Optimalisasi KA Barang: Kalog Buka Relasi Baru JICT--Klari, Karawang Timur

PT Kereta Api Logistik akan mengoptimalkan konektivitas layanan kereta api kontainer ke Pelabuhan Tanjung Priok melalui Jakarta International Container Terminal (JICT) dengan pengoperasian relasi baru yaitu JICT (Tanjung Priok) – Klari (Karawang Timur).
Ilham Budhiman | 03 Oktober 2018 14:25 WIB
Kereta barang milik PT Kereta Api Indonesia. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Kereta Api Logistik akan mengoptimalkan konektivitas layanan kereta api kontainer ke Pelabuhan Tanjung Priok melalui Jakarta International Container Terminal (JICT) dengan pengoperasian relasi baru yaitu JICT (Tanjung Priok) – Klari (Karawang Timur).

Plt Direkltur Utama PT Kereta Api Logistik (Kalog) Junaidi Nasution mengatakan layanan ini merupakan langkah ekspansif perusahaan guna menjawab kebutuhan pelaku usaha dalam menghubungkan titik-titik strategis khususnya kawasan industri ke pelabuhan untuk memastikan kelancaran distribusi logistik ekspor-impor.

Dia mengatakan layanan tersebut diharapkan mampu berkontribusi terhadap kemajuan industri logistik khususnya dalam pemanfaatan jaringan rel untuk mendukung distribusi logistik yang efektif dan efisien.

Sebagai langkah awal, imbuhnya, layanan KA Kontainer relasi JICT – Klari melayani satu kali keberangkatan rangkaian KA stamformasi 20 Gerbong Datar (GD) atau setara dengan 40 TEUs dengan jadwal keberangkatan setiap 2 hari sekali. 

Pada masa mendatang, menurutnya, Kalog optimistis mampu mengembangkan layanan tersebut baik dalam peningkatan okupansi rangkaian maupun frekuensi keberangkatan dengan potensi angkutan atau throughputyang tersedia yaitu 4.000 TEUs per bulan - 5.000 TEUs per bulan.

"Penunjang lainnya, layanan KA Kontainer JICT - Klari menawarkan keleluasaan dan kenyamanan bagi pelaku usaha dalam mengelola rantai distribusi logistik secara efektif terutama dalam menyesuaikan pengiriman dengan waktu open window pelabuhan untuk pengiriman ekspor," katanya, Rabu (3/10/2018).

Dengan layanan KA Kontainer JICT - Klari, kata dia, pelaku usaha dapat memastikan bahwa angkutan mampu tiba di stasiun tujuan dalam 3 jam perjalanan yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga 8 jam menggunakan moda truck dengan kondisi kepadatan jalan dan pembatasan jalan tol.  Nilai dan keunggulan tersebut menjadi nilai lebih yang menarik dari layanan distribusi logistik berbasis KA.

Sebelumnya, Kalog telah meresmikan layanan KA Kontainer relasi JICT – Cikarang Dry Port (CDP) dan menjadi layanan KA Kontainer pertama yang menghubungkan layanan langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok.  Layanan tersebut sejalan dengan program nasional dan menjadi langkah awal Pemerintah dalam mewujudkan distribusi logistik antar moda.

Sejak diresmikan, layanan KA Pelabuhan relasi JICT - CDP mendapatkan tanggapan positif dari industri logistik dan pelaku bisnis yang dibuktikan dengan perkembangan layanan khususnya peningkatan frekuensi perjalanan yang sebelumnya melayani satu rangkaian KA setiap hari menjadi dua rangkaian KA setiap hari dengan total okupansi sebesar 240 TEUs untuk perjalanan pulang pergi. 

Selain peningkatan okupansi, pengembangan KA pelabuhan juga dilakukan melalui perluasan relasi dengan melayani relasi JICT – Gedebage. "Ke depan, Kalog akan terus fokus pada pengembangan KA Pelabuhan sebagai salah satu program strategis perusahaan dalam berkontribusi terhadap kelancaran sistem logistik nasional."

Tag : PT Kalog
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top