Begini Kondisi Kawasan Ekonomi Khusus Palu Setelah Gempa & Tsunami

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu tak luput dari dampak bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada minggu lalu.
Annisa Sulistyo Rini | 03 Oktober 2018 19:09 WIB
Foto udara kawasan tanah bergerak (likuifaksi) yang terjadi akibat gempa bumi berkekuatan 7,4 SR pada 28 September 2018 di Palu Selatan, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA—Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu tak luput dari dampak bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada minggu lalu.

Sekretaris Dewan KEK Enoh Suharto Pranoto mengatakan kawasan ekonomi tersebut lebih terdampak karena kerusakan infrastruktur pendukung, seperti Pelabuhan Pantoloan, Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, serta jalan akses ke pelabuhan dan bandara.

“Dampak secara spesifik sedang kami evaluasi,” ujarnya kepada BIsnis.com, Selasa (2/10/2018).

Sebagai informasi, KEK Palu merupakan salah satu dari 12 kawasan khusus yang dikembangkan oleh pemerintah untuk menarik lebih banyak investasi dan membantu memeratakan ekonomi di luar Jawa. KEK Palu berada di lahan seluas 15.000 hektare, dengan pengembangan pada 2017 terealisasi hingga 482 hektare.

Kawasan itu ditargetkan bisa menggaet investasi senilai Rp12,5 triliun, dan hingga Juli 2017 realisasinya mencapai Rp115 miliar. Kawasan ini menjadi salah satu KEK yang berada di lokasi strategis karena berada di wilayah utara-selatan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

KEK Palu didukung dengan berbagai fasilitas penunjang, antara lain Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, yang memiliki panjang landasan pacu 3.500 meter dan kapasitas penumpang sekira 1500 orang per hari. Jarak Bandara ke KEK sekira 23 kilometer.

Selain itu, KEK terhubung dengan Pelabuhan Pantoloan dengan kapasitas saat ini 37.000 TEUs, yang ditargetkan dalam pengembangan mencapai 1,2 juta TEUs. Ada pula fasilitas jalan trans-Sulawesi Palu-Toli-toli, jalan lingkar luar (outer ring road) Palu dan jalan pintas (by pass) Palu-Parigi.

Enoh menuturkan kondisi di dalam KEK Palu sendiri tidak mengalami kerusakan yang cukup parah, hanya beberapa bangunan yang mengalami keretakan.

“Kantor administrator hanya sedikit ada yang retak, pabrik tidak rusak. Rumah/mess karyawan juga ada yang retak,” sebutnya.

Saat ini, terdapat dua pabrik di KEK Palu. Berdasarkan informasi dari halaman resmi Dewan KEK, dua perusahaan yang telah memulai pembangunan sejak tahun lalu adalah PT Hong Thai Internasional yang bergerak di bidang industri kimia dasar berbasis pengolahan getah pinus dengan nilai investasi Rp13,74 miliar dan PT Asbuton Jaya Abadi yang membangun pabrik di bidang fraksi bahan bakar padat (asphalt) dengan nilai investasi Rp100 miliar.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya sedang mengevaluasi dampak gempa yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, terhadap industri setempat, mengingat terdapat Rumah Cokelat dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

"Bagi perindustrian, di sana ada Rumah Cokelat yang merupakan pusat inovasi cokelat dan KEK Palu, itu termasuk terdampak. Nanti kita evaluasi dampak dari gempa," katanya.

Tag : kek
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top