Menteri ESDM Ignasius Jonan Teken Rencana Pengembangan (PoD) Blok Kasuri

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan telah merestui rencana pengembangan (plan of development) Blok Kasuri.
David Eka Issetiabudi | 26 September 2018 22:04 WIB
Ilustrasi kilang lepas pantai. - Bloomberg/Tim Rue

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan telah merestui rencana pengembangan (plan of development) Blok Kasuri.

Blok Kasuri merupakan wilayah kerja migas lepas pantai di Papua yang dioperatori oleh Genting Oil.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengamini rencana pengembangan yang berisi tentang proyeksi nilai investasi, potensi cadangan minyak dan gas bumi, waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi migas, serta kajian pasar atau calon pembeli migas dari Blok Kasuri telah disetujui Menteri Jonan.

“Sudah disetujui Pak Menteri,” tuturnya kepada Bisnis, Rabu (26/9/2018).

Genting Oil menandatangani kontrak Blok Kasuri pada 2008. Blok Kasuri diperkirakan dapat memproduksi gas sekitar 285 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Pengeboran sumur eksplorasi pun sudah dilakukan sejak 2013.

Selama ini, PoD Blok Kasuri terganjal soal calon pembeli gas dari Blok Kasuri karena belum ada kesepakatan soal harga dengan Genting Oil.

Genting Oil tengah berencana mengajak investor asal China untuk mengembangkan kawasan industri petrokimia di Bintuni. Genting mengajukan proposal pengembangan sudah diajukan sejak 2017. Sayangnya, dalam proposal tersebut harus dikembalikan SKK Migas karena biaya yang diajukan dianggap mahal.

Biaya pengeboran satu sumur pengembangan senilai US$80 juta - US$ 85 juta, sementara hitungan SKK Migas hanya US$30 juta. Blok dengan sumber daya utama gas ini, dapat memproduksi sekitar 285 juta kaki kubik per hari (mmscfd).

Dihubungi terpisah, Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto enggan berkomentar mengenai perkembangan PoD Genting Oil di Blok Kasuri. “Coba tanya SKK Migas,” katanya lewat pesan singkat.

 Sementara itu, Juru Bicara SKK Migas Wisnu Prabawa Taher tidak memberikan komentar tentang kepastian disetujuinya proposal pengembangan tersebut.

“PoD I persetujuannya wewenang Menteri ESDM, kiranya lebih pas untuk tanggapan dari Ditjen Migas,” katanya.

Setelah PoD disepakati, kontraktr kontrak kerja sama (KKKS) akan membuat desain teknis untuk persiapan tahap konstruksi. Selama ini, PoD Blok Kasuri terganjal soal calon pembeli gas dari Blok Kasuri karena belum ada kesepakatan soal harga dengan Genting Oil.

Genting Oil tengah berencana mengajak investor asal China untuk mengembangkan kawasan industri petrokimia di Bintuni.

Genting Oil menandatangani kontrak Blok Kasuri pada 2008. Blok Kasuri diperkirakan dapat memproduksi gas sekitar 285 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Pengeboran sumur eksplorasi pun sudah dilakukan sejak 2013.

Selama ini, PoD Blok Kasuri terganjal soal calon pembeli gas dari Blok Kasuri karena belum ada kesepakatan soal harga dengan Genting Oil.

Genting Oil tengah berencana mengajak investor asal China untuk mengembangkan kawasan industri petrokimia di Bintuni.

Deputi General Manager Genting Energy Wandy Wanto sebelumnya mengatakan bahwa gas bumi itu akan diolah menjadi metanol yang bisa dimanfaatkan untuk produksi polietilena dan polipropilena yang digunakan sebagai bahan baku plastik dan kemasan.

Pemerintah terus mendorong penghiliran gas bumi melalui produk petrokimia yang selama ini masih diimpor hingga 90%.

Amien Sunaryadi mendorong pelaku industri hulu migas untuk memenuhi beutuhan petrokimia dalam negeri. Selain dapat mengurangi devisa yang keluar, industri petrokimia domestik akan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Tag : blok migas
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top