IPEX 2018: ADHI Percepat Proyek TOD

Guna mempercepat proyek hunian terintegrasi, BUMN Konstruksi Pelat Merah PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menyinergikan dua anak usahanya yaitu PT Adhi Persada Properti (APP) dan PT Adhi Commuter Properti (ACP),untuk mempercepat laju pembangunan proyek berkonsep Transit Oriented Development (TOD).
Anitana Widya Puspa | 24 September 2018 21:17 WIB

Bisnis.com, JAKARTA-- Guna mempercepat proyek hunian terintegrasi, BUMN Konstruksi Pelat Merah PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menyinergikan dua anak usahanya yaitu PT Adhi Persada Properti (APP) dan PT Adhi Commuter Properti (ACP),untuk mempercepat laju pembangunan proyek berkonsep Transit Oriented Development (TOD).

"Diharapkan dengan sinergi adanya percepatan pembangunan. Kesannya kita selama ini unit masing-masing. Dan perlu diketahui segmen yang digarap berbeda, jadi bukan jeruk makan jeruk," kata Direktur Teknik dan Pengembangan Umum PT Adhi Persada Properti, Pulung Prahasto, di sela-sela pameran IPEX 2018itu.

Menurutnya, kontribusi masing-masing anak usaha akan seimbang termasuk operasionalnya nantinya. Kerja sama akan dilakukan untuk proyek ke delapan, yang merupakan tahap kedua pengembangan proyek apartemen di Bekasi Timur, bertajuk LRT City Green Evenue.

Bank tanah di Bekasi Timur itu dimiliki oleh ACP seluas 15 hektare yang juga akan digunakan bagi pembangunan depo LRT. Menurut rencana, total akan dibangun 3 menara di lahan 1,96 ha di stasiun LRT Jatimulya. Total akan ada 2.668 unit apartemen dengan nilai investasi mencapai Rp1,2 triliun. Menara pertama mulai dibangun pada Desember tahun ini dan serah terima pada 2021.

Menurut Pulung, proyek ini cocok dengan kharakteristik milenial dengan tuntutan mobilitas tinggi. Proyek komersial akan lebih dulu diakomodasi supaya bisa rampung bersamaan dengan operasional LRT.

Menara pertamanya akan diluncurkan dengan harga jual mulai dari Rp350 juta. Ada 3 tipe ukuran yakni studio seluas 24 m², tipe 1 BR (bed room) berukuran 36 m², dan tipe 2 BR berukuran 48 m².

Direktur Utama ACP Amrozi Hamidi menyebut masih ada tiga proyek TOD lagi yang lagi digarap perusahaannya, yaitu Cisauk Point, Oase Park di Ciputat, dan LRT City Cikoko di Jakarta Timur.

Pada Oktober, Oase Park akan lebih dulu diluncurkan dengan berkolaborasi dengan perum PPD. Selanjutnya diikuti peluncuran Cisauk Point dilakukan pada November 2018 bekerja sam dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero), dengan merilis menara pertamanya yang merangkum 800 unit dari total 5 menara.

Sedangkan LRT City Cikoko akan dikembangkan di lahan milik sendiri dan akan dirilis pada Desember 2018. "Kami tidak menganggap pengembang lain adalah pesaing, tapi teman jualan kami untuk menggairahkan pasar," katanya.

Tag : transit oriented development
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top