IPEX 2018: Pikko Group Gencarkan Penjualan Signature Park Grande

Pikko Group menargetkan pada Indonesia Property Expo 2018 ini menggencarkan 600 unit sisa pada proyek Signature Park Grande di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 24 September 2018 19:22 WIB
/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Pikko Group menargetkan pada Indonesia Property Expo 2018 ini menggencarkan 600 unit sisa pada proyek Signature Park Grande di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan.

Direktur Marketing Pikko Group, Sicilia Alexander Setiawan mengatakan proyek yang mulai dibangun pada 2012 itu baru selesai pada 2017 lalu dengan total 2.600 unit dengan luas 5,5 hektare. Adapun total unit yang tersisa di Signature Park Grande sebanyak 600 unit dengan minimal target pendapatan dari proyek ini bisa lebih dari Rp1 miliar selama IPEX 2018.

“Harganya ini dari Rp800 juta sampai Rp2 miliar, ada yang studio sampai two bed rooms,” jelas Sicil kepada Bisnis pada Sabtu (22/9/2018) di JCC Senayan.

Hunian untuk segmen menengah ke atas ini menurut Sicil adalah proyek yang memberikan ekstra nilai tambah alias added value kepada konsumen. Salah satu yang paling diandalkan adalah kenaikan harga di kawasan itu.

Sicil menceritakan, pada saat peluncuran perdana tahap I, harga tanah di bilangan MT Haryono masih berkisar Rp10 juta per meter persegi. Saat ini kata Sicil harga tanah di lokasi tersebut sudah mencapai Rp30 juta per meter persegi.

Oleh sebab itu, dia mengakui bahwa perusahaan tidak menargetkan penjualan kepada end-user ataukah investor, sebab perusahaan harus bisa memenuhi kebutuhan dua kategori pembeli tersebut.

“Kami dari Pikko Group menekankan pentingnya capital gain bagi konsumen. Harganya harus naik terus, ada rental management jadi bagi customer yang membeli juga bisa disewakan kepada tenant, kami bisa memfasilitasi,” tutur Sicil.

Dia menyebut proyek Signature Park Grande ini sudah menelan investasi lebih dari Rp1 triliun. Beban investasi terbesar adalah biaya untuk pembelian lahan di MT Haryono. Ada pun Signature Park Grande berdiri di antara dua jalan besar yaitu Dewi Sartika dan MT Haryono.

Sicil menyebut, alasan rentannya kenaikan harga di Signature Park Grande dalam beberapa tahun terakhir dikarenakan proyek tersebut tidak jauh dari proyek light rail transit (LRT). Dia menyebut, proyek ini masih tergolong dalam transit oriented development yang sedang didengungkan pemerintah.

“Ini membuat mereka yang punya unit bangga, dan yang terbaik LRT sudah hampir jadi. Jadi kita diapit dua station LRT, cuma 270 meter alias 4 menit jalan kaki ke LRT Station,” tutur Sicil.

Meskipun begitu, Sicil tak menampik tahun ini kenaikan harga di MT Haryono memang tak terlalu signifikan, namun beban biaya pembangunan untuk memperluas Signature Park Grande masih cukup besar.

Adapun tower The Light di Signature Park Grande memiliki total 19 lantai sementara untuk tower Green Signature memiliki total 20 lantai. Dia menegaskan Pikko Group harus menekankan pada pemilihan lahan premium untuk memuaskan konsumen.

“Kami intinya harus membuka lahan di area premium. Bebas banjir, akses transportasi terjamin, harga di area tersebut dipastikan selalu bisa naik. Maka kita berani beli tanah mahal, bagus, dan aman, bebas sengketa,” paparnya.

Tag : pameran properti
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top