PTPN III Holding Ekspor CPO ke India Lewat Dumai

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Holding) terus menggenjot penjualan ekspor crude palm oil (CPO) dan karet. 
Arif Gunawan | 22 September 2018 22:06 WIB
Direktur Pemasaran PTPN Holding Kadek K. Laksana (kedua kanan), didampingi SEVP Suhendri (kedua kiri), Kepala Divisi Pemasaran Arif Budiman (kanan), dan Direktur Utama PT Sarana Agro Nusantara Taufiqqurahman (kiri) melepas pengapalan ekspor minyak sawit mentah (CPO) ke India di Pelabuhan Dumai, Riau, pada Sabtu (22/9/2018). - Antara/Aswaddy Hamid

Bisnis.com, PEKANBARU – Perkebunan Nusantara PTPN III (Holding) terus menggenjot penjualan ekspor crude palm oil (CPO) dan karet. 

Direktur Utama PTPN Holding Dolly P. Pulungan mengatakan di tengah menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, kegiatan ekspor ini akan menambah pendapatan perseroan dan membantu pemerintah meningkatkan hasil devisa negara. 

“Kami akan terus genjot kegiatan ekspor tahun ini dan tahun depan. Hal ini bisa membantu meningkatkan devisa negara dan untuk menguatkan posisi Indonesia di pasar CPO dunia,” ujarnya melalui keterangan pers pada Sabtu (22/9/2018).

Dolly menjelaskan tahun ini perseroan menargetkan ekspor sekitar 300.000 ton, sedangkan pada 2019 bisa mencapai 2,5 juta ton.

Menurutnya, sangat disayangkan bila PTPN tidak memperlebar volume ekspornya, karena komoditas ini merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar Indonesia.

Sementara itu, di Pelabuhan Dumai, Riau, Direktur Pemasaran PTPN Holding Kadek K. Laksana melepas pengapalan ekspor CPO menggunakan kapal MT Sea Star ke India sebanyak 13.000 ton dengan nilai US$6,85 juta.

Kadek menjelaskan ekspor CPO ini berasal dari PTPN III sebanyak 8.500 ton dan PTPN V 4.500 ton. Gencarnya ekspor CPO, menurutnya, untuk memperkuat struktur bisnis perusahaan serta membantu pemerintah untuk meningkatkan penerimaan devisa.

Dia mengungkapkan realisasi ekspor CPO hingga September 2018 mencapai 150.000 ton atau melonjak 438% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Selain ekspor CPO, menurut Kadek, PTPN Holding melakukan peningkatan ekspor untuk produk turunan kelapa sawit seperti palm kernel oil (PKO) dan palm kernel meal (PKM) dengan membuka pasar-pasar baru seperti negara-negara Eropa dan Korea Selatan. 

Selain itu, Kadek mengungkapkan pada hari yang sama perseroan juga melepas pengapalan ekspor karet menggunakan kapal MSC Pylos HE838R ke Rusia sebanyak 897 ton dengan nilai ekspor US$1,3 juta melalui Pelabuhan Belawan, Sumatra Utara, sebanyak 49 kontainer. Proses stuffing dimulai pada 13 September sampai 23 September.

Dia menambahkan untuk karet, target ekspor tahun ini 76.000 ton atau meningkat 21% dari realisasi tahun lalu. 

Kadek menambahkan total ekspor PTPN Holding untuk seluruh komoditas yakni sawit, karet, teh, kopi, dan lain-lain pada tahun ini diperkirakan sebesar 411.000 ton dan diharapkan bisa menghasilkan devisa US$376 juta atau naik 100% dari realisasi hasil penjualan ekspor 2017. 

“Sesuai dengan arahan Kementerian BUMN, selain meningkatkan ekspor, kami juga melakukan subtitusi impor untuk komponen produk terutama pupuk melalui sinergi BUMN dengan PT Pupuk Indonesia untuk pemenuhan kebutuhan pupuk di PTPN Group,” jelasnya.

Di sisi lain, Senior Executive Vice President Koordinator PTPN III Suhendri mengungkapkan PTPN III (stand alone) menargetkan penjualan ekspor CPO sampai dengan akhir tahun ini mencapai 93.000 ton dengan perolehan nilai ekspor US$46 juta atau meningkat dari tahun lalu 3.274%, sedangkan penjualan ekspor karet 22.250 ton dengan nilai ekspor US$33 juta atau naik 3,91%.

Menurut Suhendri, momentum ini merupakan peluang untuk memperluas pasar baru pada saat kondisi pasar lokal jenuh. Selain itu, langkah tersebut dimaksudkan untuk mendukung capaian target ekspor PTPN Holding dan membantu pemerintah menghasilkan devisa.

Tag : ekspor cpo, dumai, ptpn iii
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top