PTP Ingin Fokus Jadi Multipurpose Terminal

PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP)—anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II)—bermetamorfosa bisnis perseroan sebagai multipurpose terminal yang melayani kargo umum non peti kemas kepada seluruh stakeholders di pelabuhan tersebut.
Akhmad Mabrori | 20 September 2018 14:01 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP)—anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II)—bermetamorfosa bisnis perseroan sebagai multipurpose terminal yang melayani kargo umum non peti kemas kepada seluruh stakeholders di pelabuhan tersebut.

Imanuddin, Dirut PTP, mengatakan bisnis inti PTP saat ini hanya melayani non peti kemas seperti kargo umum, curah cair, dan curah kering.

"Selain itu PTP juga telah memperluas jangkauan,tidak hanya terbatas di Tanjung Priok namun juga beroperasi di pelabuhan Panjang (Lampung), Banten, Jambi dan Bengkulu," ujar Imanuddin saat acara sosialisasi fokus bisnis PTP dalam acara Stakeholders Coffe Morning, di Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Acara itu dihadiri Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) DKI Jakarta, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) DKI, Gabungan Perusahaan Eksportir Indonesia (GPEI) DKI, DPC Indonesia National Shipowners Assiciation (INSA) Jaya, serta Kadin Jakarta Utara.

Imanuddin menambahkan PTP berkomitmen pada percepatan layanan kapal dan barang di pelabuhan Priok khususnya untuk kegiatan kargo umum non peti kemas.

"Kami pastikan waktu tunggu kapal dan layanan bongkar muat kargo itu juga kini semakin efisien," paparnya.

Hermanta, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, mengatakan instansinya mendukung program PTP yang menjadikan pelabuhan Priok sebagai pelabuhan bertaraf global.

"Kami (OP Tanjung Priok) juga kini terus berbenah agar bisa mendukung program world class operator Tanjung Priok,"ujarnya.

Ketua DPW APBMI DKI Jakarta, Juswandi mengatakan, salah satu kendala bagi pelaku bisnis bongkar muat yakni untuk kegiatan kargo non peti kemas yang terkendala kurangnya fasilitas dermaga dan penumpukan sehingga dalam beberapa kasus kapal kargo breakbulk mengalami antrean untuk sandar dan bongkar muat di Priok.

"Karenannya kami harapkan ada optimalisasi lahan dan dermaga supaya gak ada kapal non peti kemas yang menunggu lama bahkan bisa sampai dua hari untuk sandar melakukan bongkar muat," ujarnya.

Tag : tanjung priok
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top