REI: Pengembang Asing Bukan Ancaman

Realestat Indonesia menilai kedatangan investor asing pada sektor properti tidak menjadi ancaman bagi pengembang lokal.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 19 September 2018 15:46 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Realestat Indonesia menilai kedatangan investor asing pada sektor properti tidak menjadi ancaman bagi pengembang lokal.

Wakil Ketua Umum Bidang Tata Ruang dan Properti Ramah Lingkungan DPP Realestat Indonesia (REI) Hari Ganie menyatakan aktivitas investasi selalu memberi dampak positif bagi ekonomi nasional.

Hari menilai, REI bukan asosiasi yang eksklusif karena memiliki 5.200 anggota seluruh Indonesia. Ada tiga sektor yang menjadi fokus bisnis anggota REI yakni; pengembang besar, pengembang menengah, dan pengembang kecil untuk rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Kami ikut mengembangkan ada 10 Bali Baru, ada KEK [Kawasan Ekonomi Khusus]. Kita ini produknya macam-macam, tetapi juga kota baru," ujar Hari di Crown Group Office, The Plaza Tower, Rabu (19/9/2018).

Hari menyebut hal terpenting dari pembuatan kota baru adalah kepastian tata ruang. Ada pun kepastian tata ruang menjadi kewajiban dari pemerintah. "Misalnya saja di Tangerang Selatan. Disana bisa begitu berkembang karena kerja 9 pengembang disana," sambungnya.

Begitu pula di Cikarang dan kawasan Timur Jakarta, jika Jababeka Group tidak mulai membangun kawasab industri pertumbuhan anggaran daerah di Cikarang tidak mungkin setinggi saat ini.

"Kami mengharapkan support dari pemerintah untuk bisa diupayakan ikut mengembangkan kota-kota lain di luar Jawa," terang Hari.

Tag : pengembang asing
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top