JNE Genjot Penambahan Gerai Baru

Perusahaan jasa pengiriman ekspres, JNE, terus menggenjot penambahan titik gerai-gerai baru di Indonesia menyusul pesatnya pertumbuhan perdagangan elektronik (e-commerce) yang menyumbang 80% dari total transaksi pengiriman JNE.
Ilham Budhiman | 31 Juli 2018 23:57 WIB
Karyawati PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) melakukan pendataan paket kiriman. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan jasa pengiriman ekspres, JNE, terus menggenjot penambahan titik gerai-gerai baru di Indonesia menyusul pesatnya pertumbuhan perdagangan elektronik (e-commerce) yang menyumbang 80% dari total transaksi pengiriman JNE.

Head of Marketing Communication Division JNE Mayland Hendar Prasetyo mengatakan sampai saat ini perusahaan sudah memiliki 6.000 gerai dan tidak menutup kemungkinan akan semakin bertambah.

Adapun untuk menggenjot penambahan gerai baru tersebut, pihaknya ingin menggandeng online seller. "Kami terbuka dengan siapapun yang ingin bermitra," ujarnya pada Selasa (31/7/2018).

Penambahan gerai baru pun menjadi salah satu acuan demi pertumbuhan volume pengiriman barang yang diklaim semakin meningkat. Pada semester I/2018 pertumbuhan pengiriman barang JNE mencapai 20% – 30%.

JNE juga tengah memperluas marketshare terhadap klien korporasi agar terus tumbuh. Menurut Mayland, 20% pangsa pasar JNE berasal dari klien korporasi, sementara 80% berasal dari perdagangan elektronik.

Saat ini JNE mampu melayani pengiriman sebanyak 19 juta paket per bulan. Artinya, 600.000 paket dikirimkan per hari ke berbagai tujuan baik di dalam maupun luar negeri.

Adapun pada akhir tahun depan, JNE diproyeksikan segera mengoperasikan megahub di Tangerang, Banten, menyusul dilakukannyan kerja sama dengan vendor asal China, Damon Group.

Tag : jne
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top