JSMR Dapat Pinjaman Rp11,36 Triliun Untuk Japek II Elevated

PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk., mendapat pinjaman sebesar Rp11,36 triliun dari sindikasi perbankan dan lembaga pembiayaan lokal.
Rivki Maulana | 31 Juli 2018 17:11 WIB
Pekerjaan proyek jalan tol Jakarta-Cikampek II (Elevated). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk., mendapat pinjaman sebesar Rp11,36 triliun dari sindikasi perbankan dan lembaga pembiayaan lokal.

Penandatanganan perjanjian pinjaman sindikasi diteken di Jakarta, Selasa, (31/7/2018). Pinjaman diberikan dalam skema konvensional dan syariah berdurasi 15 tahun dengan masa tenggang 12 bulan sejak operasional tol dimulai.

Pinjaman ini akan digunakan untuk konstruksi dan jaminan pemeliharaan jalan tol layang Jakarta-Cikampek atau Japek II Elevated. Jalan tol layang sepanjang 38,6 kilometer (km) itu kini telah mencapai progres konstruksi 40,29%.

Direktur Utama JJC Djoko Dwijono mengatakan pinjaman yang diperoleh perseroan menggunakan prinsip konvensional dan syariah. Pinjaman berprinsip konvensional sebesar Rp8,9 triliun, sedangkan pinjaman syariah Rp2,4 triliun.

"Ini pertama kalinya pinjaman di Grup Jasa Marga menggunakan prinsip konvensional dan syariah," ujarnya di Jakarta, Selasa (31/7).

Djoko menambahkan total investasi proyek jalan tol Japek II Elevated mencapai Rp16,23 triliun. Proyek ini diharapkan rampung pada 2019.

Untuk diketahui, JJC merupakan badan usaha jalan tol yang mendapat konsesi Japek II Elevated selama 45 tahun dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Saham JCC dimiliki Jasa Marga dengan porsi 20% ,sedangkan sisanya dimiliki PT Ranggi Sugiron.

Tag : jasa marga
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top