PUPR Bangun 5 Bendungan di NTB

Presiden Joko Widodo meresmikan penyelesaian pembangunan Bendungan Tanju di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Bendungan ini merupakan satu dari lima bendungan baru yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di NTB pada 2015-2019.
Rivki Maulana | 30 Juli 2018 19:07 WIB
Bendungan - Ilustrasi/pengairan.acehprov.go.id

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo meresmikan penyelesaian pembangunan Bendungan Tanju di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Bendungan ini merupakan satu dari lima bendungan baru yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di NTB pada 2015-2019.

Presiden Jokowi mengatakan, pembangunan bendungan di NTB tergantung pada ketersediaan air. Oleh karena itu, pembangunan bendungan baru amat penting untuk mendorong sektor pertanian sehingga produktivitas lahan bisa meningkat.

“Kalau tidak ada air seperti di Kabupaten Dompu ini, yang mau ditanam apa? Di NTB, kita bangun tidak satu tetapi lima bendungan baru," ujarnya dalam siaran pers, Senin (30/7/2018).

Dalam acara peresmian tersebut, Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, Gubernur Zainul Majdi, dan Bupati Dompu Bambang M. Yasin.

Untuk diketahui, Bendungan Tanju memiliki kapasitas tampung 18 juta meter kubik dan bisa memasok air untuk irigasi seluas 2.250 hektare sawah. Berkat pasokan air yang stabil dari bendungan, panen bisa dilakukan tiga kali dalam satu tahun dari sebelumnya satu kali dalam setahun.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menambahkan, selain Bendungan Tanju, pihaknya juga membangun empat bendungan lain, yakni Bendungan Bintang Bano, Bendungan Mila, Bendungan Beringin Sila, dan Bendungan Meninting. Bendungan Bano dan Mila seang dalam tahap konstruksi sedangkan Bendungan Beringin Sila dan Bendungan Meninting akan dibangun tahun ini.

“Progres Bendungan Mila sudah 82,3% dan ditargetkan rampung Desember 2018,” jelas Basuki.

Di samping lima bendungan baru, di NTB juga sudah ada sembilan bendungan eksisting yakni Bendungan Batujai, Mamak, Pengga, Tiu Kulit, Sumi, Gapit, Batu Bulan, Pelaperado dan Pandan Duri. Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi menuturkan, Bendungan Tanju juga bisa berfungsi sebagai sumber air baku bagi masyarakat di Kecamatan Manggalewa dengan kapasitas 50 liter per detik.

“Kami perkirakan di Bulan Februari 2019, level air sudah mencapai ketinggian spill  out bendungan, sehingga sudah bisa dialirkan mengairi ke sawah petani,” jelasnya.

Menurut Hari, dengan luas genangan 325,2 hektare, Bendungan Tanju nantinya bisa dikembangkan wisata air sehingga menjadi destinasi wisata baru di Dompu.

Secara umum, Kementerian PUPR menargetkan pembangunan 65 bendungan, terdiri atas 49 bendungan baru dan 16 bendungan lanjutan pada tahun 2015-2019. Dari jumlah tersebut, sebanyak sembilan bendungan sudah rampung, 34 bendungan dalam tahap pelaksanaan, 14 bendungan akan dimulai tahun ini, dan delapan lainnya akan dikerjakan pada 2019.

Tag : bendungan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top