Monumen Kapsul Waktu Merauke Rampung Oktober 2018, Begini Bentuknya

Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan Monumen Kapsul Waktu di Merauke rampung pada Oktober 2018. Monumen ini akan menyimpan harapan anak-anak Indonesia dalam 70 tahun mendatang dalam kapsul.
Irene Agustine | 24 Juli 2018 00:59 WIB
Monumen Kapsul Waktu Merauke Rampung Oktober 2018, Begini Bentuknya

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan Monumen Kapsul Waktu di Merauke rampung pada Oktober 2018. Monumen ini akan menyimpan harapan anak-anak Indonesia dalam 70 tahun mendatang dalam kapsul.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan kapsul waktu dikumpulkan dari Aceh hingga Papua sejak 2015. Dia menambahkan, ide pembangunan monumen untuk menyimpan Kapsul Waktu berasal dari Presiden Jokowi pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-70 Kemerdekaan Indonesia pada 2015.

"Kebetulan saya hadir saat dimulai di Sabang dan ikut menerima di Kalimantan Timur dan Merauke. Kami ditugasi membangun monumen untuk menyimpan Kapsul Waktu yang akan dibuka pada tahun 2085,” ujar Basuki dalam siaran pers, Senin (23/7/2018).

Pembangunan monumen dimulai pada 2016 dengan anggaran Rp7 miliar. Setahun berselang. Tahap kedua konstruksi dilanjutkan dengan biaya Rp82,9 miliar. Konstruksi dikerjakan oleh
PT. Nindya Karya (Persero) dengan progres fisik mencapai 74%.

Untuk diketahui, lokasi monumen berada di depan Kantor Bupati Merauke. Monumen ini akan menjadi lancar baru Kabupaten Marauke yang bisa dilihat dari kabin pesawat saat mendarat di Bandara Mopah. Luas kawasan Monumen mencapai 2,5 hektare, terdiri atas, satu hektare monumen dan sisanya area ruang terbuka.

Monumen Kapsul Waktu dirancang oleh arsitek Yori Antar yag juga terlibat dalam desain infrastruktur pada proyek yang digarap Kementerian PUPR. Monumen dibangun dengan ukuran lebar 17 meter, tinggi delapan meter, dan panjang 45 meter. Konfigurasi angka itu merupakan simbol dari 17 Agustus 1945 atau Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Basuki mengimbuhkan, Monumen Kapsul Waktu bukan konstruksi biasa. Monumen ini dinilai sebagai karya seni sejarah yang diperuntukan untuk generasi penerus bangsa. Arsitektur monumen juga mengadopsi unsur budaya Papua, di mana Kapsul Waktu akan ditempatkan diatas bangunan tugu yang terinspirasi dari menara perang Suku Dani.

 

Tag : kapsul waktu
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top