ALFI Sindir AP II soal Perluasan Cargo Village

PT Angkasa Pura II tengah menyiapkan perluasan cargo village di Bandara Soekarno-Hatta guna meningkatkan kapasitas penyimpanan kargo di bandara internasional itu.
Ilham Budhiman | 22 Juli 2018 16:36 WIB
Ilustrasi: Kargo di bandara - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT Angkasa Pura II tengah menyiapkan perluasan cargo village di Bandara Soekarno-Hatta guna meningkatkan kapasitas penyimpanan kargo di bandara internasional itu. Nantinya, cargo village ini dinilai mampu menampung hingga 1,5 juta ton kargo per tahun, atau diklaim naik dua kali lipat dari terminal kargo Bandara Soekarno-Hatta yang saat ini hanya menampung 700 ribu ton.

Proyek perluasan kargo itu pun mendapat perhatian dari para pelaku usaha yang bergerak di lini bisnis ini. Sebab, proyek ini berjalan mandek dan diperkirakan tidak akan selesai sesuai target. Para pengusaha juga seolah menyesalkan AP II yang dinilai tidak melibatkan para pengusaha untuk keperluan proyek ini.

Wakil Ketua Umum Angkutan Udara Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jakarta Arman Yahya mengatakan pihaknya tidak pernah dilibatkan soal proyek ini,padahal masukan-masukan dari para pelaku bisnis ini dinilai sangat penting.

"Dalam perencanaan tidak melibatkan atau berkomunikasi dengan kami pemakai dan pemain kargo. Mereka (AP II) sewa konsultan dan lain-lainnya jalan sendiri. Sehingga terjadi, seperti tidak berjalan mulus dan [tidak] cepat selesai," katanya kepada Bisnis, Minggu (22/7/2018).

Dia mengatakan peningkatan daya tampung kargo merupakan masalah klasik selama 10 tahun kebelakang. Arman yang juga Ketua ALFI Soekarno-Hatta seolah tidak berekspetasi soal perluasan cargo village.

"Kami sudah tidak ada pengharapan ke AP II soal cargo village. Itu proyek segelintir orang. Faktanya, kita [pengusaha] tidak diajak diskusi. Kami biarkan saja maunya mereka [AP II] apa dan bagaimana. Cerita cargo village sudah lebih 10 tahun," ujarnya.

Managing Director PT Combi Logistics Indonesia itu memang mengaku peningkatan daya tampung kargo di Bandara Soekarno-Hatta sudah sangat mendesak mengingat pertumbuhan kargo khususnya domestik semakin menggeliat. Kendati demikian, dia tidak menyebut angka pertumbuhan tersebut.

"Cargo village sudah mendesak karena bukan saja volumenya tetapi proses di tempat sekarang, "tambal sulam" penambahan fasilitas untuk memenuhi pertumbuhan air cargo export dan import plus domestic cargo yang sangat berkembang pesat," ungkapnya.

Selain itu, pesatnya pertumbuhan dagang-el (e-commerce) dan bertambahnya pesawat terbang dan frekuensi penerbangan sampai ke pelosok Indonesia juga menjadi alasan peningkatan daya tampung kargo di Bandara Soekarno-Hatta.

"Juga krena kondisi gudang yang sudah lebih 25 tahun berkembang dengan grand plan yang sudah tidak sesuai lagi," ucapnya.

Adapun cargo village sendiri rencananya akan dibangun dengan dua tahap yaitu tahun 2018 ini dan tahun 2019 dengan luas total 90 hektare.

Pembangunan cargo village ini juga awalnya ditargetkan mulai bisa dioperasikan pada tahun depan kendati pembangunan apron atau pelataran parkir pesawat kargo sudah rampung.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan bahkan memanggil Kementerian Perhubungan dan AP II terkait proyek ini yang mempertanyakan mengapa proyek ini tak kunjung rampung sepenuhnya.

Direktur PT Angkasa Pura Kargo Denny Fikri mengatakan sejauh ini untuk perluasan cargo village di Bandara Soekarno-Hatta tengah dalam proses finalisasi master plan.

Sampai saat ini, pihaknya mengklaim tidak ada hambatan untuk proses pembangunan tersebut. Namun, kendala yang dihadapi sebenarnya menyoal akses lalu lintas ke cargo village.

"Tidak ada hambatan [dalam proses pembangunan]. Hanya, memastikan alur lalu lintas ke cargo village aja [yang belum diselesaikan]," katanya.

Untuk diketahui, pemerintah berencana akan menghubungkan langsung cargo village ke jalan tol guna menekan biaya logistik.

Adapun Jasa Marga tengah membangun jalan tol rute itu melalui anak usahanya PT Jasa Marga Kunciran-Cengkareng. Angkutan kargo dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta nantinya akan langsung masuk ke tol ini, sehingga tidak mengganggu lalu lintas lain.

"Kalau mengenai akses benar [masih ada hambatan]," ujar Denny Fikri.

Di sisi lain, dia mengungkapkan rencana target pembangunan cargo Village mulai dibangun pada 2019 dan akan beroperasi penuh pada 2021.

"Untuk target perkiraan secara bertahap mulai 2021 sudah bisa beroperasi di cargo village. Pembangunan memakan waktu kira-kira 2 tahun dan dilakukan secara bertahap." katanya.

Dia berharap peningkatan perluasan cargo village akan meningkatkan volume kargo melalui bandara internasional itu. "Harapannya bisa meningkatkan volume kargo dan penambahan potensi layanan baru seperti untuk e-commerce dan perishable," ungkapnya.

Tag : kargo udara
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top