Resmi Spin Off, ADHI Bidik Pendanaan Hingga Rp12 triliun

PT Adhi Karya Tbk resmi melepas unit usaha barunya yang fokus pada pembangunan dan pengembangan proyek LRT City per 2 Juli lalu. Jika sebelumnya ADHI mengepalai divisi departemen TOD dan hotel, kini dibentuklah anak usaha terisah yang bernama PT Adhi Commuter Properti.
Anitana Widya Puspa | 22 Juli 2018 18:00 WIB
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—PT Adhi Karya Tbk resmi melepas unit usaha barunya yang fokus pada pembangunan dan pengembangan proyek LRT City per 2 Juli lalu. Jika sebelumnya ADHI mengepalai divisi departemen TOD dan hotel, kini dibentuklah anak usaha terisah yang bernama PT Adhi  Commuter Properti.

Komisaris Utama PT Adhi Commuter Properti, Pundjung Setya Brata mengatakan objek pertama anak usaha ini adalah penguasaan dan pemanfaatan lahan di sekitar Trase yang dilalui Light Rail Transit (LRT) Jabotabek, juga kemungkinan pengembangan di trase LRT Cibubur—Bogor.

Pundjung melanjutkan di luar itu perusahaan juga harus tumbuh memanfaatkan potensi lain yang bisa dikembangkan berbasis transportasi. Misalnya saja kerja sama dengan KAI di Cisauk ataupun PPD di Ciputat.

“Di luar itu kami masih aka nada kerja sama pemanfaatan lainnya,” katanya Sabtu di Lotte Shopping Avenue (22/7/2018).

Menurutnya, ACP serius mengembangkan project LRT City. Adapun, dalam pipeline saat ini perseroan membidik total lahan seluas 436.694 meter persegi yang tersebar di 7 lokasi dari total rencana 9 proyek. 6 Proyek merupakan apartemen dan kawasan komersial, dan proyek gedung perkantoran MTH 27.

“7 proyek yang sedang dan akan dikerjakan tersebut menelan investasi total lebih dari Rp12 triliun,” imbuhnya.

Apabila diperinci, maka kebutuhan investasi Eastern Green sebesar Rp2,3 triliun, Urban Signature Rp2,5 triliun, Gateway Park Rp1,9 triliun, Royal Sentul Park Rp6,7 triliun, Oase Park Rp1,7 triliun, Cisauk Point Rp780 miliar, dan MTH 27 Rp361 miliar.

Pundjung menjelaskan hingga saat ini 3 kawasan sudah melakukan proses pembangunan, yaitu Eastern Green yang telah melakukan topping off, dan saat ini tengah dalam pekerjaan fasad. Sedangkan Royal Sentul Park dan Gateway Park, saat ini tengah dalam proses konstruksi. 4 Proyek lain, yaitu Urban Signature, Cisauk Point, Oase Park dan MTH 27 sedang dalam proses persiapan.

Manager Marketing ACP, Djoko Santoso mengatakan untuk konsep LRT City pihaknya menjual hunian paling murah dari harga Rp260 juta dan paling mahal Rp560 juta. Hunian yang paling murah di Oase Park, Ciputat, sedangkan hunian yang paling mahal di LRT City Bekasi Timur-Eastern Green dan LRT City Jaticempaka-Gateway Park.

Meski demikian, Direktur Utama Amrozi Hamidi mengungkapkan pihaknya juga menyediakan hunian subsidi, yakni di Cisauk Point. "Tidak semua kawasan ada subsidi. Tapi di Cisauk ada itu satu tower, sekitar 20% ."

Tag : transit oriented development
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top