WIKA Realty Siapkan Proyek Perdana di Palembang

Pengembang pelat merah, PT Wijaya Karya Realty menyiapkan proyek perdana baru rumah tapak di kawasan Palembang seluas 30 ha dengan pola Kerja Sama Operasi (KSO) pemilik lahan setempat pada akhir tahun ini.
Anitana Widya Puspa | 21 Juli 2018 10:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pengembang pelat merah, PT Wijaya Karya Realty menyiapkan proyek perdana baru rumah tapak di kawasan Palembang seluas 30 ha dengan pola Kerja Sama Operasi (KSO) pemilik lahan setempat pada akhir tahun ini.

Kukuh Ariadi, Marketing Manager PT Wika Realty mengatakan dengan luas lahan yang tersedia, maka lebih menguntungkan untuk membangun rumah tapak ketimbang hunian vertikal. Proyek itu lanjut dia kemungkinannya akan diluncurkan pada akhir tahun ini dengan menyasar pasar lokal.

Menurut Kukuh, Palembang saat ini menjadi kota yang tengah berkembang dari sisi bisnis sehingga permintaan akan hunian yang muncul makin tinggi. Beberapa dengan kota besar lainnya seperti Surabaya dan Jakarta, tuntutan kebutuhan yang muncul adalah rumah tapak.

“Ini proyek pertama kami menyasar pasar wilayah Palembang. Akhir tahun ini masih banyak proyek baru yang rencananya kami luncurkan. Selain itu juga masih ada proyek di Cawang,” katanya Jumat (20/7/2018).

Perusahaan, ungkap Kukuh akan banyak menyasar segmen menengah dengan rata-rata pengembangan proyek di kisaran Rp600 juta—Rp1 miliar untuk rumah tapak. Sedangkan untuk hunian vertikal, perusahaan masih bisa menyasar segmen menengah bawah.

Sementara itu lanjut dia perusahaan juga telah menggelontorkan investasi tambahan sekitar Rp120 miliar dalam membangun klaster baru, Aruna yang berada di dalam kawasan residensial Tamansari Puri Bali di Sawangan, Depok. Proyek itu akan mulai dipasarkan bulan ini.

Kukuh mengatakan total akan ada 133 unit rumah tapak yang dikembangkan di atas lahan seluas 3 hektar, dengan luasan kavling seluas 120 meter persegi.

Menurutnya pengembangan klaster baru itu diputuskan setelah melihat minat konsumen terhadap tipe rumah dengan lebih dari dua kamar tidur dan dua lantai yang besar. Belum lagi kawasan ini sudah tergolong matang karena proyek residensial Tamansari Puri Bali sebelumnya telah selesai pemasaran dan diserahterimakan kepada konsumen.

"Konsep yang kami tawarkan memang rumah yang memiliki kavling luas, sehingga pemilik bisa leluasa menambah ruang suatu hari nanti,” ujarnya.

Adapun klaster yang akan dibangun nantinya adalah tipe 75/120 (2 lantai) sebanyak 34 unit, tipe 60/120 sebanyak 44 unit dan tipe 45/120 unit sebanyak 55 unit. Perusahaan menawarkan harga mulai dari Rp1,1 miliar hingga Rp2,4 miliar.

Dengan harga yang ditawarkan, maka pembangunan klaster tersebut menyasar pembeli dengan gaji bulanan sekitar Rp20 juta. Menurutnya hal itu wajar lantaran satu unitnya memiliki luas tanah yang cukup luas.

Pendanaan proyek proyek baru itu bisa menggunakan dana hasil IPO atau hasil penawaran umum perdana saham. Saat ini perusahaan juga masih membuka peluang untuk IPO pada semester II/2018 dengan menggunakan buku keuangan periode September 2018.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Realty (Wika Realty) Juni Ermawan mengatakan kemungkinannya bisa akhir tahun 2018 atau awal 2019.

Juni mengungkapkan saat ini masih mempertimbangkan kondisi pasar. Artinya, perseroan menunggu kondisi kembali kondusif.

Seperti diketahui, Wika Realty awalnya berencana melakukan IPO pada Mei 2018. Akan tetapi, eksekusi aksi korporasi tersebut ditunda lantaran gejolak yang terjadi di pasar modal.

Perseroan juga telah mengumumkan harga penawaran awal saham di kisaran Rp195-Rp255. Lewat aksi korporasi tersebut, rencananya akan dilepas 25% saham atau setara 12,51 miliar lembar.

Manajemen Wika Realty menargetkan Rp2 triliun lewat IPO. Rencananya, 20% dana yang didapat akan digunakan untuk keperluan pengembangan proyek yang sudah ada dan 47% akan digunakan untuk keperluan akuisisi lahan

Tag : wika realty
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top