Bidik Patimban, Astra Berkongsi dengan Lokal

Astra Infra, sub holding PT Astra Internasional Tbk di sektor infrastruktur menyatakan bakal menggandeng perusahaan lokal untuk bersaing dalam lelang operator Pelabuhan Patimban, Jawa Barat.
Rivki Maulana | 20 Juli 2018 19:56 WIB
Pelabuhan Patimban - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Astra Infra, sub holding PT Astra Internasional Tbk di sektor infrastruktur menyatakan bakal menggandeng perusahaan lokal untuk bersaing dalam lelang operator Pelabuhan Patimban, Jawa Barat.

Presiden Direktur Astra Infra, Djap Tet Fa mengatakan pihaknya sudah menyampaikan surat ketertarikan untuk menjadi operator Pelabuhan Patimban ke Kementerian Perhubungan. Saat ini, Astra Infra masih menunggu pembukaan lelang operator yang rencananya digelar pada September 2018.

Untuk diketahui, perusahaan Indonesia dan perusahaan Jepang akan berbagi saham dalam pengoperasian Pelabuhan Patimban.

Perusahaan Indonesia akan memegang porsi 51% sedangkan perusahaan Jepang 49%. Jepang punya andil signifikan dalam operator karena pembangunan Pelabuhan Patimban didanai pinjaman dari Jepang.

"Untuk komposisinya saat ini masih dalam tahap diskusi. Kami akan tetap bermitra dengan perusahaan lokal," jelasnya kepada Bisnis.com selepas acara penandatangan pinjaman sindikasi untuk PT Marga Trans Nusantara (MTN) di Jakarta, Jumat (20/7/2018).

Dalam catatan Bisnis.com, Astra Infra bukan satu-satunya perusahaan Indonesia yang berminat menjadi operator Pelabuhan Patimban. PT Samudera Indonesia Tbk. dan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) juga berniat menjadi operator pelabuhan yang menelan invetasi Rp14,2 triliun di tahap pertama tersebut.

Sebelumnya, Kemenhub telah memenangkan konsorsium yang terdiri dari perusahaan Jepang dan dua perusahaan Indonesia untuk menggarap konstruksi Pelabuhan Patimban.

Kelima perusahaan tersebut yakni Penta Ocean Construction Co. Ltd., Toa Corporation, dan Rinkai Construction Co. Ltd. Selanjutnya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.

Konstruksi tahap pertama diharapkan rampung pada 2019. Terminal kendaraan berkapasitas 600.000 unit akan menjadi dermaga pertama yang dioperasikan. Sebagaimana diketahui, Pelabuhan Patimban memang dibangun untuk mendukung kegiatan ekspor otomotif.

Djap Tet Fa mengungkapkan, sejauh ini Astra Infra baru membidik hak pengelolaan pelabuhan di Patimban dan belum membidik konsesi di pelabuhan lain. Saat ini, Astra Infra hanya mengelola Pelabuhan Eastkal di Kalimantan Timur.

Tag : astra, pelabuhan patimban
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top