E-Commerce Sumbang 60 Persen Transaksi J&T Express

Pesatnya pertumbuhan perdagangan elektronik (e-commerce) dalam lima tahun terakhir ini turut dirasakan perusahaan jasa pengiriman barang, J&T Express.
Ilham Budhiman | 18 Juli 2018 19:39 WIB
Karyawan pengiriman barang J&T memindahkan barang kiriman di Makassar, Sulawesi Selatan pekan lalu. Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mengatakan belum terkena imbas perang dagang yang digencarkan Presiden Donald Trump terhadap China. - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Pesatnya pertumbuhan perdagangan elektronik (e-commerce) dalam lima tahun terakhir ini turut dirasakan perusahaan jasa pengiriman barang, J&T Express.

Pada semester I/2018, kontribusi e-commerce menyumbang 50-60 persen dari total transaksi pengiriman barang dari perusahaan yang baru berdiri tiga tahun belakangan ini.

Key Account Manager J&T Express Iwan Senjaya mengatakan meskipun kontribusi tersebut masih dirasa kurang bagi perusahaan, namun penetrasi pasar terhadap e-commerce dinilai sangat besar dan menjanjikan.

"Kontribusi e-commerce untuk sekarang memang masih sedikit. Kurang lebih 50%-60%. Meskipun e-commerce dalam satu sisi yang ada brand ini, memang pasarnya sangat besar," kata Iwan, Rabu (18/7/2018).

Iwan mengatakan dengan potensi pasar perdagangan elektronik yang sangat besar itu pihaknya yakin J&T dari tahun ke tahun akan tumbuh pesat, apalagi J&T masih terhitung baru di lini bisnis ini.

"Kita lihat dari awal memang di bisnis pengiriman ekpres ini J&T di awal semester ternyata peningkatannya memang luar biasa sekali. Dari tahun ke tahun memang meningkat. Ini tahun ketiga J&T di Indonesia dan kita lihat ini sangat potensial," ungkapnya.

Peningkatan tersebut juga menurutnya didorong dengan inovasi-inovasi yang dilakukan perusahaan. "Kita pun yakin bahwa peningkatan ini akan terus tumbuh seiring inovasi yang kita lakukan," ujarnya.

Iwan menerangkan sejauh ini J&T mampu melayani 600.000 paket per hari. Angka tarsebut bisa melonjak bila mendekati momen peak season seperti libur Lebaran sehingga membantu peningkatan transaksi perusahaan.

"Sekarang ini transaksi bisa mencapai 600.000. Balik ke angka normal. Kalau Lebaran kemarin bisa tembus sampai 1 juta. Pertumbuhan memang didorong oleh momen Lebaran, setelah itu turun lagi seperti biasa," katanya.

Berdasarkan lembaga survei online Jakpat berjudul Indonesian Online Seller Survey pada April 2018, J&T Express berhasil menduduki peringkat ke-2 sebagai jasa pengiriman pilihan terbanyak untuk penjual online dengan persentase 44,9% dengan jumlah responden 1.971.

Adapun saat ini J&T telah terintegrasi dengan platform dan marketplace besar di Indonesia seperti Tokopedia, Shopee, Blanja, dan Bukalapak.

Tag : jasa kurir
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top