Piala Dunia Genjot Ritel di Moskwa dan St. Petersburg

Penyelenggaraan pesta sepak bola di ajang Piala Dunia 2018 di Rusia membuat angka pertumbuhan ritel di Moskwa dan St. Petersburg sebagai tuan rumah Piala Dunia mengalami pertumbuhan yang cukup pesat.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 17 Juli 2018 16:19 WIB
Kota Moskwa - National/geographic/pl

Bisnis.com, JAKARTA – Penyelenggaraan pesta sepak bola di ajang Piala Dunia 2018 di Rusia membuat angka pertumbuhan ritel di Moskwa dan St. Petersburg sebagai tuan rumah Piala Dunia mengalami pertumbuhan yang cukup pesat.

Mengutip dari laporan retail market, Veronika Lezhneva, Director Analytical Department Colliers International Russia menjelaskan total stok ritel yang tersedia pada kuartal I/2018 di St. Petersburg mencapai 3.009 meter persegi, mengalami kenaikan dari kuartal I/2017 yang meraup 2.994 meter persegi. Selain itu, jumlah eksisting shopping centre masih sama dengan kuartal yang sama periode sebelumnya, yaitu 117 unit.

“Tingkat kekosongan ritel ini menyentuh angka terendah dalam lima tahun terakhir, 4,5%. Tingkat ketersediaan dengan shopping centre terbaik hampir habis,” tulisnya dalam laporan yang dikutip Bisnis, Senin (16/7/2018).

Adapun sektor ritel untuk pakaian atau fashion menyentuh angka tertinggi. Sektor inilah yang berkontribusi paling besar terhadap ritel di St. Petersburg. Selain fashion, sektor terbesar kedua adalah kafé dan restoran alias makanan dan minuman. Sementara terbesar ketiga adalah sektor elektronik.

Berbeda dengan St. Peterburg, kota besar lain di Rusia, yaitu Moskwa, stok ritel mengalami kenaikan menjadi 6.961 meter persegi dari yang sebelumnya hanya 6.652 meter persegi.

Sepanjang kuartal I/2018 di Moskwa jelang Piala Dunia baru juga dibuka satu shopping centre. Ada pun shopping centre yang baru dibuka di kota itu adalah SC Mart dengan luas 4.000 meter persegi yang berdekatan dengan Elektrozavodskaya, Metro Station.

Pada kuartal I ini juga ada 10 brand baru masuk ke pasar Rusia, dan delapan di antaranya membuka gerai perdana mereka di Moskwa. Enam dari retailers itu adalah ritel untuk sektor fashion. Lokasi yang diincar para pengusaha ritel adalah gerai di kawasan kelas A premium.

Sementara itu, untuk tingkat kekosongan ritel mengalami penurunan, pada kuartal I/2017 tercatat angka 9,0% sementara pada kuartal I/2018 ini tingkat ketersediaan menjadi 7,8%. Rusia tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan ritel tertinggi pada kuartal I tahun ini. Peringkat kedua disusul oleh Amerika dan Inggris.

Tag : bisnis ritel
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top