Gandeng Universitas di China, Usahid Kembangkan Prodi Baru

Universitas Sahid Jakarta (Unsahid) melakukan kerja sama dengan Beijing Normal University dalam berbagai bidang sebagai langkah pengembangan bisnis ke depan.
Yanita Petriella | 11 Juli 2018 13:41 WIB
Ilustrasi - Stjamesvw

Bisnis.com, JAKARTA — Universitas Sahid Jakarta  (Usahid) melakukan kerja sama dengan Beijing Normal University dalam berbagai bidang sebagai langkah pengembangan bisnis ke depan.

Ketua Umum Yayasan Sahid Jaya Nugroho B. Sukamdani mengatakan kerja sama itu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Nantinya, kolaborasi itu akan melahirkan program studi baru, yaitu Bahasa Mandarin dan Ilmu Pariwisata, di Unsahid.

"Menjelang dies natalis 84 tahun, kami diundang oleh Pemerintah China untuk datang ke universitas ini untuk melakukan kerjasama. Ini menarik karena kami belum pernah melakukan kerja sama di sektor pendidikan. Nanti mereka akan ke Indonesia sebelum Oktober," katanya, Selasa (10/7).

Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah dengan menggelar pelatihan bahasa mandari di pusat pelatihan bahasa Normal University yang dimulai pada Oktober. Selain itu, dilakukan kerja sama program double degree untuk level sarjana antarkedua pihak.

Program itu dilakukan dengan skema 3 tahun kegiatan belajar mengajar di negara asal dan 1 tahun dilakukan baik di Indonesia maupun Beijing. “Double degree akan mulai dilakukan pada medio 2019," ucapnya. 

Nugroho menuturkan kerja sama di  bidang pariwisata nantinya akan melahirkan program studi Ilmu Pariwisata di Unsahid. Misalnya saja, prodi Coffee Academy, Coffee Culture, dan segala ilmu perkopian.

Dihubungi terpisah, pengamat pendidikan Darmaningtyas menilai program kerja sama dengan universitas luar akan memberikan nilai tambah pada lulusannya.

"Penilaian kualitas pendidikan tinggi itu kemudahan lulusannya dapat mencari perkerjaan. [Lulusan] Double degree itu lebih mudah dalam mencari pekerjaan, tidak hanya 1 gelar tetapi 2 gelar," jelasnya. 

Dia pun tak memungkiri banyak perguruan tinggi dalam negeri yang menjalin kerja sama universitas asing untuk meningkatkan kualitas pendidikan mereka. Hal itu akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia ke depan dan nantinya berdampak perkembangan ekonomi Indonesia.

"Memang ini tidak instan tetapi dengan adanya pertukaran ilmu antar universitas tentu bisa berdampak secara makro nantinya," ucapnya.

Kendati demikian, sebagian besar pendidikan di Indonesia masih menyiapkan mahasiswa untuk bekerja sebagai pegawai baik di perusahaan swasta maupun pemerintah. Belum banyak instansi pendidikan yang berorientasi mendidik muridnya sebagai wirausaha.

"Padahal pendidikan kewirausahaan ini penting ditanamkan sejak dini," kata Darmaningtyas. 

Tag : sahid grup
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top