Pelabuhan Patimban Diusulkan Terintegrasi dengan Jaringan Rel

Lembaga riset dan pendidikan Supply Chain Indonesia (SCI) menilai Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat yang akan segera dibangun bulan ini direkomendasikan dapat terintegrasi dengan jaringan rel.
Ilham Budhiman | 10 Juli 2018 17:17 WIB
Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga riset dan pendidikan Supply Chain Indonesia (SCI) menilai Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat yang akan segera dibangun bulan ini direkomendasikan dapat terintegrasi dengan jaringan rel.

"SCI merekomendasikan Pelabuhan Patimban terintegrasi dengan jaringan rel. Hal ini penting untuk tidak mengulangi persoalan yang dihadapi pelabuhan-pelabuhan sebelumnya," kata Chairman SCI Setijadi kepada Bisnis, Selasa (10/7/2018).

Setijadi mengatakan integrasi dengan jaringan rel ini dapat diikuti dengan pemanfaatan beberapa container yard (CY) kereta api yang telah tersedia, misalnya, di Bandung.

Bahkan, menurutnya dengan keberadaan CY di Semarang, Surabaya, dan Jember, integrasi Pelabuhan Patimban dengan rel dinilai memiliki potensi yang bermanfaat. "Khususnya bagi industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur," katanya.

Perlu diketahui, pembangunan pelabuhan tersebut akan dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama, pelabuhan direncanakan dapat melayani bongkar-muat peti kemas 3,5 juta twenty-foot equivalent units (TEU's) dan 600.000 unit kendaraan bermotor (CBU).

Kapasitas pelayanan secara berangsur akan meningkat menjadi 5,5 juta TEU's pada tahap II dan 7,5 juta TEU's pada tahap III.

Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus H. Purnomo mengatakan utamanya pelabuhan akan fokus pada kegiatan ekspor otomotif jika sudah dapat beroperasi tahun depan.

Keberadaan pelabuhan diyakini akan mengurangi biaya logistik karena mendekatkan pusat produksi kendaraan bermotor di Karawang dengan pelabuhan. Barang otomotif itu nantinya diangkut menggunakan kapal kargo.

Patimban juga dipercaya bakal memperkuat ketahanan ekonomi, mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas di Jakarta karena arus lalu-lintas kendaraan terbagi, serta menjamin keselamatan pelayaran, termasuk area eksplorasi migas. "Pelabuhan Patimban akan berdampak pada biaya ekspor produk otomotif Indonesia yang lebih efisien,” kata Agus (Bisnis Indonesia, Senin 9/7)

Fasilitas itu juga akan didukung oleh area sarana penunjang (back up area) untuk efisiensi logistik dari dan ke pelabuhan seluas 356 hektare. Di sisi lain, Pelabuhan Patimban merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) dengan nilai investasi seluruhnya mencapai Rp43,5 triliun. Adapun biaya pembangunan berasal dari pinjaman Official Development Assistance (ODA loan) pemerintah Jepang.

Tag : pelabuhan patimban
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top