Ini Tantangan yang Dihadapi Industri Kosmetik Nasional

Industri kosmetik nasional saat ini menghadapi tantangan berupa permintaan konsumen terhadap produk dengan teknologi tinggi.
Annisa Sulistyo Rini | 10 Juli 2018 21:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Industri kosmetik nasional saat ini menghadapi tantangan berupa permintaan konsumen terhadap produk dengan teknologi tinggi.

Sancoyo Antarikso, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Kosmetik Indonesia (Perkosmi), mengatakan produsen dituntut dapat memenuhi selera konsumen domestik apabila tidak ingin kalah dengan produk dari luar negeri, seperti dari Korea Selatan.

"Kami harus bisa one step ahead terhadap tren kosmetik di kemudian hari. Oleh karena itu kami adakan pameran setiap tahun yang mengundang para pemain global ingredients, packaging, dan mesin supaya tahu tren ke depan seperti apa," ujarnya di Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Produsen dalam negeri juga berkeinginan untuk menjadikan Indonesia sebagai kiblat produk kosmetik, yang saat ini banyak merujuk ke Negeri Ginseng. Sancoyo menyatakan Indonesia memiliki potensi yang besar karena memiliki warisan formula kosmetik yang kaya serta bahan baku alami yang melimpah.

"Orang Jawa misalnya dari keraton-keraton, memiliki banyak ramuan kecantikan. Nah, tinggal bagaimana industri dalam negeri memanfaatkan itu dan bahan baku lokal yang akan meningkatkan industri," jelasnya.

Dia meyakini produk kosmetik domestik mampu bersaing di pasar global karena saat ini ekspor sudah cukup besar. Sepanjang tahun lalu, kata Sancoyo, nilai ekspor produk kosmetik lebih dari US$500 juta dengan tujuan utama negara-negara kawasan Asia Pasifik.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian mencatat, industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional tumbuh sebesar 6,85% pada 2017. Industri bahan kimia dan barang kimia termasuk di dalamnya industri kosmetik dan bahan kosmetik mengalami pertumbuhan sebesar 3,48%.

“Industri tersebut pada tahun lalu diketahui memiliki kontribusi sebesar Rp67 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) Tanah Air,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Airlangga meyakini, Indonesia merupakan pasar yang cukup besar dan menjanjikan bagi produsen farmasi, kosmetik dan jamu seiring peningkatan jumlah populasi penduduk. “Dengan perkembangan zaman sekarang, industri kosmetik juga memperluas target konsumennya, tidak hanya menyasar kaum wanita saja,” tuturnya.

Kemudian, dengan tren masyarakat untuk kembali ke alam (back to nature) membuka peluang bagi produk jamu dan kosmetik berbahan alami seperti produk-produk spa yang berasal dari Bali.

Produk-produk spa tersebut cukup banyak diminati wisatawan mancanegara.

"Dengan penguatan branding yang baik, diharapkan produk kosmetik nasional ke depannya dapat mencapai kesuksesan seperti produk-produk kosmetik dari luar negeri,” kata Airlangga.

Tag : industri kosmetik
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top