SCG Tumbuh Besar karena Terapkan Ekonomi Sirkuler

Siam Cement Group atau SCG, korporasi yang berbasis di Thailand, kembali menggelar forum berskala global yang memfokuskan pembangunan berkesinambungan dengan konsep circular economy (ekonomi sirkuler).
Amri Nur Rahmat | 09 Juli 2018 12:53 WIB
Peserta tengah berbincang di sela-sela SD Symposium 2018 yang diselenggarakan SCG di Bangkok, Senin (9/7/2018). Simposium tersebut memfokuskan pembahasan perihal konsep Circular Economy untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. - Bisnis/Amri Nur Rahmat

Bisnis.com, BANGKOK - Siam Cement Group atau SCG, korporasi yang berbasis di Thailand, kembali menggelar forum berskala global yang memfokuskan pembangunan berkesinambungan dengan konsep circular economy (ekonomi sirkuler).

Forum bertajuk Sustainble Development Symposium 2018 yang diselenggarakan di The Athenee Hotel itu dimaksudkan menularkan praktik keberhasilan SCG perihal langkah pembangunan berkelanjutan pada setiap lini bisnisnya.

President & CEO SCG Roongrote Rangsiyopash mengatakan simposium ini menjadi ajang untuk menciptakan kolaborasi bersama dengan korporasi lain di lingkup Asean perihal implementasi pembangunan berkelanjutan dengan konsep ekonomi sirkuler.

Menurut dia, konsep ekonomi sirkuler menjadi pilihan paling solutif bagi industri dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan sembari mengurangi emisi limbah maupun karbon serta efesiensi dalam hal eksploitasi sumber daya alam.

Adapun ekonomi silkuler merupakan konsep alternatif dari ekonomi linear, yang terdiri dari proses produksi – penggunaan – pembuangan, yang bertujuan untuk menggunakan potensi setiap material semaksimal mungkin serta untuk memulihkan material yang telah sampai pada usia akhirnya.

"Melalui SD [Sustainble Development] Symposium 2018 ini, SCG ingin membangun kolaborasi dalam penerapan konsep ekonomi sirkuler untuk mendukung bisnis yang berkesinambungan dan paralel dengan tanggung jawab sosial serta lingkungan," katanya dalam SD Symposium 2018 di Bangkok, Senin (9/7/2018).

Menurut dia, konsep sirkuler atau ekonomi melingkar memungkinkanpenciptaan sistem pengelolaan limbah yang efisien hingga kembali memasukkannya dalam rantai produksi untuk kemudian memiliki nilai guna menopang pengembangan bisnis berkelanjutan.

Ada pun dalam SD Symposium 2018 yang mengambil tema 'The Future We Create' dihadiri oleh pihak pemerintah, sektor swasta serta lainnya untuk lebih memassifkan ekonomi sirkuler agar terjadi keberlanjutan potensi sumber daya alam dan lingkungan. 

Terdapat sederet pemateri yang mengisi SD Symposium 2018, di mana pembukaan dihadiri oleh Deputy Prime Minister Thailand Somkid Jatusripitak.

Kemudian keynote speech oleh President and CEO of The World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) Peter Bekker dengan mengambil tema Circular Mindset.

Sekedar diketahui, SCG menjadi konglomerasi bisnis di Asean yang telah konsisten dan sukses menerapkan pembangunan berkelanjutan secara berimbang.

Penerapan tersebut sejalan dengan catatan kinerja SCG yang impresif, di mana sebagai gambaran untuk total aset per Maret 2018 mencapai US$18,71 miliar ekuivalen sekitar Rp261 triliun.

Tag : scg
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top