Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kemenperin Targetkan 4.000 Usaha Gabung E-Smart IKM

Pemerintah menargetkan sedikitnya ada 4.000 industri kecil menengah (IKM) yang bergabung dalam market place online e-Smart IKM yang telah diluncurkan sejak awal tahun lalu.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 03 Juli 2018  |  20:15 WIB
Kemenperin Targetkan 4.000 Usaha Gabung E-Smart IKM
Pekerja menghaluskan komponen badan replika motor Harley Davidson yang terbuat dari kayu jati, di Kemiri, Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (14/6). Berbagai jenis replika motor besar diproduksi dari bahan kayu jati yang dijual ke berbagai negara seperti Prancis, Inggris, dan Belanda. - Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah menargetkan sedikitnya ada 4.000 industri kecil menengah (IKM) yang bergabung dalam market place online e-Smart IKM yang telah diluncurkan sejak awal tahun lalu.

Direktur Jenderal IKM Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih mengatakan saat ini jumlah IKM yang sudah bergabung dalam e-Smart IKM mencapai 1.730 IKM.

Kemudian sebanyak 60 IKM di antaranya telah mendapatkan fasilitas kerja sama dengan Google dan Go-Jek dalam memasarkan produknya secara online.

“Melalui teknologi IKM kita mampu meningkatkan pasar, dan memang bisa meningkatkan efisiensi terutama dalam hal promosi produk, termasuk jaminan kualitas produk,” katanya dalam rilis, Selasa (3/7/2018).

Dia mengatakan untuk meningkatkan jumlah IKM dalam e-Smart IKM, Kemenperin aktif menggelar workshop di beberapa daerah salah satunya Surabaya dan Gresik.

Menurutnya, Jawa Timur merupakan daerah yang tepat untuk menjaring IKM mengingat Jatim memiliki banyak IKM.

“Jatim sangat potensial dalam pertumbuhan produksi industri manufaktur khususnya mikro dan kecil,” ujarnya.

Diketahui pertumbuhan produksi industri pada kuartal I/2018 mencapai 14,42% atau meningkat dibandingkan pertumbuhan produksi pada periode yang sama tahun lalu yang hanya 0,97%.

Sektor industri yang mengalami pertumbuhan positif di awal tahun ini yakni seperti industri furnitur, kulit atau barang dari kulit, pakaian jadi, logam, kertas dan barang dari bahan kimia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ikm e-Smart IKM
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top