Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kemenperin Targetkan 4.000 Usaha Gabung E-Smart IKM

Pemerintah menargetkan sedikitnya ada 4.000 industri kecil menengah (IKM) yang bergabung dalam market place online e-Smart IKM yang telah diluncurkan sejak awal tahun lalu.
Pekerja menghaluskan komponen badan replika motor Harley Davidson yang terbuat dari kayu jati, di Kemiri, Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (14/6). Berbagai jenis replika motor besar diproduksi dari bahan kayu jati yang dijual ke berbagai negara seperti Prancis, Inggris, dan Belanda./Antara-Aloysius Jarot Nugroho
Pekerja menghaluskan komponen badan replika motor Harley Davidson yang terbuat dari kayu jati, di Kemiri, Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (14/6). Berbagai jenis replika motor besar diproduksi dari bahan kayu jati yang dijual ke berbagai negara seperti Prancis, Inggris, dan Belanda./Antara-Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah menargetkan sedikitnya ada 4.000 industri kecil menengah (IKM) yang bergabung dalam market place online e-Smart IKM yang telah diluncurkan sejak awal tahun lalu.

Direktur Jenderal IKM Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih mengatakan saat ini jumlah IKM yang sudah bergabung dalam e-Smart IKM mencapai 1.730 IKM.

Kemudian sebanyak 60 IKM di antaranya telah mendapatkan fasilitas kerja sama dengan Google dan Go-Jek dalam memasarkan produknya secara online.

“Melalui teknologi IKM kita mampu meningkatkan pasar, dan memang bisa meningkatkan efisiensi terutama dalam hal promosi produk, termasuk jaminan kualitas produk,” katanya dalam rilis, Selasa (3/7/2018).

Dia mengatakan untuk meningkatkan jumlah IKM dalam e-Smart IKM, Kemenperin aktif menggelar workshop di beberapa daerah salah satunya Surabaya dan Gresik.

Menurutnya, Jawa Timur merupakan daerah yang tepat untuk menjaring IKM mengingat Jatim memiliki banyak IKM.

“Jatim sangat potensial dalam pertumbuhan produksi industri manufaktur khususnya mikro dan kecil,” ujarnya.

Diketahui pertumbuhan produksi industri pada kuartal I/2018 mencapai 14,42% atau meningkat dibandingkan pertumbuhan produksi pada periode yang sama tahun lalu yang hanya 0,97%.

Sektor industri yang mengalami pertumbuhan positif di awal tahun ini yakni seperti industri furnitur, kulit atau barang dari kulit, pakaian jadi, logam, kertas dan barang dari bahan kimia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Peni Widarti
Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper