PERTAMBANGAN BIJIH NIKEL, Inilah Ambisis Vale Indonesia (INCO) Pada 2022

PT Vale Indonesia Tbk. menargetkan peningkatan produksi bijih nikel murni atau nickel matte hingga mendekati 90.000 ton per tahun pada 2022.
Lucky Leonard | 03 Juli 2018 09:59 WIB
Wilayah tambang bijih nikel PT Vale Indonesia Tbk. - Lucky L. Leatemia

Bisnis.com, LUWU TIMUR - PT Vale Indonesia Tbk. menargetkan peningkatan produksi bijih nikel murni atau nickel matte hingga mendekati 90.000 ton per tahun pada 2022.

Senior Manager of Communications Vale Indonesia Budi Handoko mengatakan kapasitas produksi saat ini masih sebanyak 80.000 ton nickel matte per tahun. Peningkatan produksi pun diupayakan untuk menunjang pertumbuhan kinerja perusahaan.

"Saat ini kita punya program improvement [perbaikan]. Kita punya target paling enggak di 2022 sudah mendekati 90.000 ton per tahun," ujarnya di area pertambangan Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, Senin (2/7/2018).

Selain mendorong peningkatan kapasitas produksi smelter yang sudah ada, Vale Indonesia pun tengah menjajaki kerja sama dalam membangun smelter baru. Kapasitasnya akan bergantung pada hasil kerja sama.

"Kita sedang kembangkan smelter di Bahadopi dan Pomalaa. Sudah penjajakan JV [kerja sama patungan/joint venture]," katanya.

Budi mengatakan calon rekan dalam pembangunan smelter baru tersebut cukup agresif. Namun, dia mengaku belum bisa mengungkapkan siapa calon rekan tersebut.

Pada tahun ini, emiten berkode saham INCO tersebut menargetkan produksi

nikel matte sebanyak 77.000 ton. Adapun pada kuartal I/2018, realisasi produksinya mencapai 17.141 ton.

Tag : vale indonesia tbk
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top