Paket Kebijakan Transportasi: Ini Aturan BPTJ Selama Asian Games 2018

Paket kebijakan ini diluncurkan guna mendukung kelancaran transportasi selama ajang Asian Games 2018 berlangsung dan ke depannya guna mendorong masyarakat beralih menggunakan tranportasi publik.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 02 Juli 2018 16:33 WIB
Petugas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melakukan sosialisasi kepada pengguna kendaraan bermotor pada hari pertama uji coba perluasan kawasan ganjil genap di persimpangan Pancoran, Jakarta, Senin (2/7/2018). - ANTAR/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA--Paket kebijakan transportasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya selama perhelatan Asian Games 2018 mulai diujicobakan, Senin (2/7/2018).

Paket kebijakan tersebut terdiri dari tiga kebijakan yakni manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL), penyediaan angkutan umum, dan pembatasan lalu lintas angkutan barang (golongan III, IV, dan V).

Paket kebijakan ini diluncurkan guna mendukung kelancaran transportasi selama ajang Asian Games 2018 berlangsung dan ke depannya guna mendorong masyarakat beralih menggunakan tranportasi publik.

''Asian Games menjadi momentum guna mengedukasi masyarakat untuk mau beralih dan memanfaatkan transportasi umum. Selain efektif mengurai kemacetan, peralihan ini juga memberi efek pada penurunan tingkat polusi udara,'' ungkap Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono, dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin (2/7).

Bambang mengatakan Kementerian Perhubungan melalui BPTJ turut bertanggung jawab demi kelancaran arus transportasi dalam penyelenggaraan pesta olahraga Asia ke-18 yang akan berlangsung kurang lebih selama 3 minggu tersebut.

Bambang menjelaskan, paket kebijakan tersebut telah dikaji secara matang dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait. Pihak dimaksud antara lain Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Korlantas Polri, Ditlantas Polda Metro Jaya, INASGOC, Kementerian PUPR, Penyelenggara Jalan Ton, dan instansi lainnya. Harapannya, batas waktu tempuh atlet menuju venue yang ditentukan oleh penyelenggara bisa terpenuhi.

''Oleh penyelenggara ditentukan batas waktu tempuh selama 30 menit. Lebih dari itu, pertandingan bisa kacau dan atlet bisa stres. Ini menjadi tantangan tersendiri mengingat tingkat kemacetan di Jakarta cukup tinggi. Hasil kajian kami menunjukkan perluasan kebijakan ganjil genap di jalan-jalan arteri Jakarta harus dilengkapi dengan kebijakan pendukung lainnya,'' kata Bambang.

Lebih lanjut Bambang menerangkan secara rinci paket kebijakan tersebut.

Pertama, Kebijakan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas

Pada kebijakan manajemen rekayasa lalu lintas, dilakukan perluasan kebijakan ganjil genap di jalan arteri Jakarta dari semula hanya di Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Soebroto, diperluas hingga Jalan H Benyamin Sueb, Jalan Ahmad Yani, Jalan DI Pandjaitan, Jalan S Parman, Jalan Rasuna Said, Jalan MT Haryono dan Jalan Metro Pondok Indah. Kebijakan ini diperuntukkan bagi kendaraan pribadi dan berlaku setiap Senin sampai Minggu pukul 06.00 - 21.00 WIB.

Perluasan juga diberlakukan pada kebijakan ganjil genap di Pintu Tol yaitu penambahan di Pintu Tol Tambun dari semula hanya Bekasi Barat dan Bekasi Timur (Jalan Tol Jakarta Cikampek) serta penambahan di Pintu Tol Dawuan dari semula hanya Pintu Tol Cibubur (Jalan Tol Jagorawi).

Untuk pengaturan kendaraan pribadi diberlakukan pula kebijakan buka tutup gerbang tol prioritas. Penutupan pintu tol akan dilakukan di gerbang terpadat yang mengalami kecepatan kurang dari 40 km/jam, V/C ratio lebih dari satu, antreannya panjang mencapai 200 meter, dan jarak antargerbang tolnya berdekatan. Penutupan pintu tol prioritas ini akan diterapkan bervariasi dari pukul 06.00 - 17.00 WIB dan pukul 12.00 - 21.00 WIB setiap harinya.

Penutupan pintu tol diprioritaskan untuk rute Wisma Atlet Kemayoran, Gelora Bung Karno (GBK), Velodrome Rawamangun dan Cibubur. Termasuk pula dalam kebijakan ini penyediaan lajur khusus di jalan tol yang diperuntukkan bagi kendaraan pengangkut atlet dan angkutan umum bus.

Lebih dari 100 kilometer panjang jalan tol di Lajur 1 akan didedikasikan menjadi lajur khusus mobilitas kendaraan atlet dan angkutan bus.

Ruas tol yang akan diberlakukan lajur khusus angkutan umum (LKAU) ini meliputi ruas Tol Dalam Kota (21,6 km), ruas Tol Pelabuhan (25,8 km), ruas Tol Wiyoto Wiyono (26,2 km) dan ruas Tol Jagorawi (26,8 km), yang akan dilengkapi marka dan rambu.

Kedua, Kebijakan Penyediaan Angkutan Umum

Kebijakan ini ditujukan untuk menunjang mobilitas masyarakat akibat kebijakan pengaturan penggunaan kendaraan pribadi serta mendukung kebutuhan wisatawan mancanegara yang datang karena penyelenggaraan Asian Games.

Kebijakan ini meliputi:

  • penambahan 76  bus Transjakarta ke venue sebanyak dari kondisi existing 294 unit
  • penyediaan 57 unit bus dari Hotel/Mall ke Venue
  • penyediaan 204 bus khusus untuk wilayah-wilayah yang terdampak perluasan kebijakan ganjil-genap, serta
  • penyediaan 10 unit bus guna keperluan nonpertandingan (wisata)

Ketiga, Kebijakan Pembatasan Lalu-Lintas Angkutan Barang

Kebijakan ini dilaksanakan dengan memperluas cakupan pembatasan lalu lintas angkutan barang golongan III, IV dan V pada ruas tol tertentu. Saat ini telah berlaku pembatasan lalu lintas angkutan barang pada ruas tol Cawang-Tomang-Pluit dan Tomang-Kembangan di mana kendaraan angkutan barang tidak boleh melintas pada ruas tol tersebut di luar pukul 22.00 05.00 WIB.

Khusus pada masa penyelenggaraan Asian Games, pembatasan lalu lintas angkutan barang akan diperluas ke ruas Tol Cawang - Tanjung Priok, ruas Tol Pelabuhan, ruas Tol Cawang - TMII, dan ruas Tol Cawang - Cikunir.

''Ini kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games. Kami berharap kerja sama seluruh pihak, khususnya masyarakat pengguna jalan di wilayah Jakarta dan sekitarnya untuk mendukung paket kebijakan ini sehingga perhelatan Asian Games berjalan lancar,'' ujar Bambang.

Tag : Asian Games 2018
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top