Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inflasi Lebaran Rendah, THR Dinilai Jadi Salah Satu Faktornya

Data inflasi Juni 2018 sebesar 0,59% yang lebih rendah dari musim Lebaran 2017 dan 2016 dimaknai beragam. Pemerintah optimistis daya beli membaik karena terjaganya tingkat inflasi tersebut.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 02 Juli 2018  |  23:43 WIB
Pusat perbelanjaan Tanah Abang - Istimewa
Pusat perbelanjaan Tanah Abang - Istimewa
Bisnis.com, JAKARTA - Data inflasi Juni 2018 sebesar 0,59% yang lebih rendah dari musim Lebaran 2017 dan 2016 dimaknai beragam. Pemerintah optimistis daya beli membaik karena terjaganya tingkat inflasi tersebut.
 
Adriyanto, Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Kementerian Keuangan (Kemenkeu), mengungkapkan optimismenya.
 
Terjaganya inflasi di level rendah, menurutnya, bukan berarti konsumsi yang melambat, bahkan perkiraannya konsumsi dan daya beli membaik.
 
"Tentu [rendahnya] tingkat inflasi ini karena upaya pemerintah dan Bank Indonesia dalam kebijakan inflasi. Inflasi inti masih lebih kurang sama dengan bulan sebelumnya," ungkapnya kepada Bisnis, Senin (27/2018).
 
Menurutnya, dengan terjaganya inflasi, daya beli masyarakat akan menguat sehingga pada akhirnya dapat mendorong konsumsi masyarakat.
 
Adriyanto pun optimis pertumbuhan konsumsi rumah tangga di kuartal II/2018 berada di kisaran 5,2%-5,4%.
 
Sedikit berbeda, Direktur Penelitian Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah Redjalam, mengatakan daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.
 
Menurutnya, inflasi yang rendah pada Lebaran 2018 dipicu dua faktor. Pertama terjaganya permintaan karena THR dan antisipasi pemerintah di sisi supply.
 
Piter menjelaskan memang jangka pendek ada kenaikan daya beli karena faktor THR.
 
"Namun mereka menahan untuk tidak membelanjakannya semua, berjaga-jaga ketika daya beli mereka kembali turun karena situasi yang penuh ketidakpastian," imbuhnya.
 
Sedangkan di sisi supply antisipasi pemerintah dengan membuka keran impor beras, mengatasi mafia perdagangan, serta melakukan operasi pasar, dinilai efektif menahan laju inflasi di musim Ramadan.
 
Menurutnya, masyarakat kelas menengah ke bawah menahan belanja dan lebih memilih untuk menabung ketika memiliki uang, karena masih adanya ketidakpastian kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya membaik di masa yang akan datang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mudik Lebaran 2018 Inflasi
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top