Kembangkan EBT, Sulsel Bakal Punya Dua Pembangkit Listrik Bertenaga Angin

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dijadwalkan meresmikan pengoperasian pembangkit listrik bertenaga angin di Sidrap, Sulawesi Selatan, Senin (2/7/2018).
Denis Riantiza Meilanova | 02 Juli 2018 08:36 WIB
Pekerja melintas di dekat baling-baling yang akan dirakit di Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo I di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JENEPONTO -- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dijadwalkan meresmikan pengoperasian pembangkit listrik bertenaga angin di Sidrap, Sulawesi Selatan, Senin (2/7/2018).

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, yang memiliki 30 Wind Turbin Generator (WTG) dan berkapasitas 75 MW resmi masuk ke sistem kelistrikan Sulawesi bagian selatan pada 4 April 2018.

Pembangunan pembangkit ini dilakukan sejalan dengan semangat pemerintah untuk meningkatkan porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) mencapai 23% dari total bauran energi nasional pada 2025.

Pembangkit yang berlokasi di Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini menggunakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekitar 40% dan menyerap 1.150 tenaga kerja.

Di lahan seluas 100 hektare (ha), telah terpasang 30 turbin yang memiliki ketinggian 80 meter dan baling-baling sepanjang 57 meter. Daerah ini, yang berjarak sekitar 150 km dari Kota Makassar, kini menjadi salah satu destinasi wisata untuk masyarakat di Sulsel. 

Selain PLTB Sidrap, kelistrikan di Sulawesi bagian selatan juga akan disuplai oleh PLTB Tolo, Jenepoto milik Independent Power Producer (IPP) yang berkapasitas 72 MW dan berlokasi di Kabupaten Jeneponto, Sulsel. Groundbreaking pembangkit ini juga akan dilaksanakan pada Senin (2/7) oleh Presiden.

“Pembangunan pembangkit ini relatif cepat sehingga infrastruktur lain juga harus dipercepat, seperti transmisi dan Gardu Induk (GI),” kata Direktur Human Capital Management PT PLN (Persero) Muhamad Ali saat berkunjung ke PLTB Tolo, Jeneponto, Selasa (1/7).

PLTB ini memiliki 20 turbin dengan kapasitas masing-masing mencapai 3,6 MW. Proses pengangkutan material turbin dari Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar ke lokasi melalui medan yang cukup sulit dikarenakan panjangnya truk khusus pengangkut kincir PLTB.

Bilah kincir berukuran 64 meter dengan lebar 5 meter, sedangkan tinggi tiangnya mencapai 185 meter.

Secara teknologi, PLTB Tolo, Jeneponto memiliki kemampuan yang sama dengan PLTB Sidrap. Namun, energi listrik yang dihasilkan per turbin lebih besar dibanding PLTB Sidrap karena perbedaan kondisi angin di masing-masing lokasi.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top