Realisasi Januari-Mei Rendah, Bagaimana Nasib Target Kunjungan Wisman 2018?

Para pemangku kepentingan pariwisata harus memaksimalkan peluang untuk mengejar target 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara tahun ini, setelah pencapaian kumulatif JanuariMei baru mencapai 6,17 juta orang.
Agne Yasa | 02 Juli 2018 18:36 WIB
Calon penumpang pesawat berada di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA — Para pemangku kepentingan pariwisata harus memaksimalkan peluang untuk mengejar target 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara tahun ini, setelah pencapaian kumulatif Januari—Mei baru mencapai 6,17 juta orang.

 Ketua Association of Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Asnawi Bahar mengatakan untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan rata-rata 1,5 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) per bulan.

 “Sedangkan, hingga Mei saja rata-rata hanya 1,2 juta kunjungan. Angka begini khawatirnya [akan membuat] target tahun ini tidak akan tercapai karena memang jauh. Logikanya harus memaksimalkan bulan-bulan peak season,” tuturnya saat dihubungi, Senin (2/7).

 Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisman ke Indonesia secara kumulatif tahun berjalan baru mencapai 6,17 juta kunjungan. Angka ini sebenarnya naik 11,89% dibandingkan dengan pada periode yang sama 2017 sejumlah 5,51 juta kunjungan.

 Menurut Asnawi, jumlah kunjungan wisman pada Januari—Mei dipengaruhi oleh kondisi pariwisata di Tanah Air yang terganggu isu terorisme dan kondisi alam. Dampaknya, banyak negara yang menerbitkan travel advesory dan travel warning ke Indonesia.

 Konsekuensinya, tingkat kunjungan wisman pada sisa tahun ini harus digenjot ke level rata-rata 1,5 juta—2 juta per bulan. “Ada hal-hal yang harus segera dilakukan agar target itu tercapai,” sebutnya.  

 Dia mengatakan adanya event berskala internasional seperti Asian Games dan IMF-World Bank juga dinilai akan memberikan tambahan secara signifikan bagi kunjungan wisman ke Indonesia.

 Asnawi mengatakan selain atlet, potensi tambahan dari fans minimal bisa 1 juta tambahan wisman. Sementara itu, untuk IMF-World Bank, diprediksi mampu menyumbang 20.000 wisman.

 Dia juga mengusulkan agar pemerintah lebih menargetkan kunjungan wisman dari pasar kedua dan pasar-pasar yang selama ini belum maksimal digaet. Tak hanya itu, aturan-aturan penerbangan untuk chartered flight harus lebih dipermudah.

 Pada Januari-Mei 2018, wisman yang datang dari wilayah Asean memiliki persentase kenaikan paling tinggi, yaitu sebesar 22,04% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun wilayah Timur Tengah memiliki persentase penurunan paling besar yaitu sebesar 18,19%.

 Menurut kebangsaan, kunjungan ke Indonesia didominasi wisman berkebangsaan Malaysia sebanyak 1,06 juta kunjungan (17,21%), Tiongkok 863.500 kunjungan (14%), Timor Leste 709.400 kunjungan (11,5%), Singapura 610.300 kunjungan (9,90%), dan Australia 490.600 kunjungan (7,96%).

Tag : pariwisata
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top