Pengembang Berharap Keamanan di Pilkada Berlanjut Hingga Pilpres

Pengembang berharap kondisi keamanan yang stabil dan tak mengganggu pasar seperti saat Pilkada Serentak 2018 ini bisa bertahan sampai dengan Pemilihan Presiden 2019.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 01 Juli 2018 16:57 WIB
Proyek perumahan sederhana - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengembang berharap kondisi keamanan yang stabil dan tak mengganggu pasar seperti saat Pilkada Serentak 2018 ini bisa bertahan sampai dengan Pemilihan Presiden 2019.

Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk. Adrianto Adhi sangat mengapresiasi Pilkada Serentak 2018 karena tidak banyak mengganggu pasar properti. Menurut Adrianto, dua proyek Summarecon Agung yang berlokasi di daerah penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018. Pertama, di Makassar, Sulawesi Selatan dan di Bandung, Jawa Barat.

"Kami bersyukur Pilkada beejalan damai. Ini menunjukkan masyarakat semakin dewasa dalam berdemokrasi. Semoga 2019 Pilpres juga berjalan aman," terang Adrianto kepada Bisnis, Minggu (1/7/2018).

Dia yakin, para kepala daerah yang terpilih nantinya akan mendukung proyek pembangunan Summarecon. Hal ini terutama karena Summarecon Agung punya tujuan membangun kawasan atau kota terpadu. Dia optimistis, proyek ini akan berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kami juga ikut berkontribusi dalam membangun infrastruktur. Jadi siapapun kepala daerah bagi Summarecon tidak berpengaruh, kami tetap berkomunikasi dan kami tetap mengikuti arahan kebijakan pemerintah daerah."

Adrianto mengatakan Summarecon memang berminat dalam proyek tol di Bandung. Ada pun pembangunan ruas tol Bandung Utara oleh PT Wijaya Karya Tbk atau WIKA belum mencapai kesepakatan dengan Summarecon. Menurut dia, tawaran pembangunan bersama itu memang menarik minat perusahaan. Apalagi, ruas tol tersebut dekat dengan proyek pengembangan hunian milik Summarecon di Bandung.

“Dengan WIKA ini sifatnya masih penjajakan, dan ini menandakan bahwa kita [Summarecon Agung] belum sepenuhnya masuk di jalan tol,” ujar Adhi.

Dia menegaskan bahwa potensi kerja sama ini tak menandakan bahwa Summarecon Agung akan hijrah masuk ke bisnis infrastruktur. Menurut Adhi, Summarecon masih akan fokus pada core bisnis sebagai pengembang properti.

Sebagai informasi, PT Wijaya Karya Tbk memang sedang sangat ambisius berinvestasi untuk proyek pembangunan jalan tol tahun ini. Perusahaan konstruksi ini sudah menyiapkan belanja modal senilai Rp3 triliun untuk mengembangkan bisnis tol dengan melakukan konsesi.

Ada dua jalan tol yang menjadi prioritas WIKA tahun ini dengan mengantongi belanja modal itu. Pertama, adalah proyek ruas tol Serang-Maja dan ruas tol Bandung Utara alias Bandung Utara Intra Urban Toll Road (BIUTR).

Tag : Pilkada Serentak
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top