Kontruksi PLTB Jeneponto Tahap 1 Selesai 92%

Tahap kontruksi proyek pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Tolo atau Jeneponto tahap 1 berkapasitas 72 megawatt (MW) telah mencapai 92%.
Denis Riantiza Meilanova | 01 Juli 2018 17:44 WIB
Pekerja melintas di dekat baling-baling yang akan dirakit di Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo I di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JENEPONTO—Tahap kontruksi proyek pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Tolo atau Jeneponto tahap 1 berkapasitas 72 megawatt (MW) telah mencapai 92%.

Manager Operasi Kontruksi PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi Bagian Selatan Abdul Salam mengatakan pengerjaan kontruksi pembangkit diperkirakan akan selesai bulan depan.

"Secara kontruksi sudah tahap install. Secara fisik pondasi sudah hampir selesai dan targetnya Agustus selesai," ujar Salam dalam kunjungan media di lokasi PLTB Tolo, Jeneponto, Sulawesi Selatan, Minggu (1/7/2018).

Saat ini, sebanyak tiga turbin angin telah terpasang dari 20 turbin angin yang direncanakan untuk dibangun.  Dengan pencapaian ini, kata Salam, jadwal pengoperasian secara komersial (commercial operation date/COD) dapat dilakukan sekitar September tahun ini.

Menurutnya, dalam pengerjaan PLTB yang berlokasi di Desa Lengke-lengkese, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto ini tidak mengalami kendala yang berarti.  Sehingga pengerjaannya tergolong cepat.

"Secara keseluruhan tidak ada kendala. Pemerintah daerah mendukung dan tidak ada persoalan sosial dengan masyarakat.  Itu yang sebabkan proyek ini selesai lebih cepat," katanya.

Proyek yang masuk dalam program 35.000 MW ini nantinya akan menjadi pembangkit listrik tenaga angin atau bayu dengan kapasitas terbesar kedua di Indonesia setelah PLTB Sidrap (75 MW).  Walaupun secara kapasitas sedikit dibawah PLTB Sidrap, namun infrastruktur per tower pada PLTB Tolo-1 adalah yang terbesar, dengan 20 turbin angin masing-masing berkapasitas 3,6 MW.

Ketinggian menara PLTB Jeneponto mencapai 138 meter dengan panjang bilah mencapai 64 meter, sementara PLTB Sidrap memiliki ketinggian tower 80 meter dengan 3 bilah turbin masing-masing sepanjang 56 meter. Sebanyak 30 turbin angin terpasang di Sidrap dengan kapasitas tiap turbin 2,5 MW.

Energi listrik PLTB Tolo-1 ini dihasilkan dari kecepatan angin sebesar 6-8 m/s yang merupakan potensi angin cukup besar untuk dikembangkan secara komersial. 

Nantinya, pembangkit berbasis angin tersebut akan terkoneksi dengan jaringan transmisi sebesar 150 KV. Sebanyak 4 dari 10 tower transmisi 150 KV telah selesai dibangun, yang akan terinterkoneksi melalui Gardu Induk Jeneponto.

Penandatangan jual-beli atau Power Purchase Agreement (PPA) diteken oleh PLN bersama PT. Energi Bayu Jeneponto pada 14 November 2016 dengan harga jual listrik US$10,89 cent/kWh. Hadirnya PLTB Tolo-1 Jeneponto akan melengkapi keberadaan PLTB Sidrap untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan di Indonesia, sekaligus semakin meningkatkan kehandalan kelistrikan di Sulawesi Selatan, yang rasio elektrifikasinya telah mencapai 99,12%.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top