Pengembangan PLTB Sidrap Tahap II Masih Negosiasi Harga

Rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Sidrap tahap II masih dinegosiasikan.
Denis Riantiza Meilanova | 28 Juni 2018 20:21 WIB
Pembangkit listrik tenaga bayu. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Sidrap tahap II masih dinegosiasikan.

Harris, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, mengatakan hingga saat ini belum ada kesepakatan harga jual beli listrik antara pihak pengembang dan PT PLN (Persero) untuk pembangunan fase kedua yang direncanakan sebesar 50 megawatt (MW).

“Belum masih dinegosiasikan. Kan usulan-usulan memang ada dengan harga yang lebih murah dari tahap pertama kemudian juga ada tambahan teknologi,” ujar Harris di Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Sejak awal pemerintah meminta agar tarif listrik dari PLTB Sidrap tahap II harus lebih terjangkau dari tahap I yang mencapai US$11 sen per kWh. Tarif listrik yang ditargetkan paling tidak sebesar 85% dari biaya pokok penyediaan (BPP) daerah setempat atau bisa lebih rendah.

“Kalau bisa kurang dari US$7 sen itu lebih bagus untuk PLTB,” katanya.

Selain membahas persoalan tarif, kedua belah pihak juga tengah menegosiasikan soal penambahan teknologi.

Harris berujar sifat pembangkit tenaga angin yang intermiten berpotensi mengganggu sistem kelistrikan. Saat ini, prosentase pembangkit intermiten dalam sistem kelistrikan Sulawesi Selatan sudah cukup tinggi. Hal ini menjadi pertimbangan PLN bahwa pembangunan PLTB Sidrap Tahap 2 bila dilakukan dalam waktu dekat berpotensi membuat sistem blackout.

“Nah, di situ jadi subyek negosiasi sehingga pengembang Sidrap berikan opsi apakah bisa mereka menyiapkan baterai dengan harganya masih tetap rendah.”

Awalnya, tanda tangan perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) tahap 2, kata Harris, direncanakan akan dilakukan bersamaan dengan peresmian PLTB Sidrap tahap I. Namun, dia belum mendapatkan info terbaru apakah PPA akan dilaksanakan sesuai rencana.

Sementara itu, menurutnya kemungkinan dalam beberapa hari ke depan PLTB Sidrap Tahap I akan segera diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

PLTB Sidrap merupakan proyek pembangkit listrik bertenaga angin terbesar dan pertama yang akan beroperasi secara komersial di Indonesia. Untuk tahap I memiliki kapasitas sebesar 75 MW. Proyek dengan investasi senilai US$150 juta atau sekitar Rp2,02 triliun tersebut dikembangkan oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi, yakni konsorsium yang terdiri dari UPC Renewables Asia I, UPC Renewables Asia III, Sunedison dan Binatek Energi Terbarukan.

Pembangkit yang terletak di Desa Mattirotasi & Desa Lainungan, Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, ini memiliki total 30 turbin angin (wind turbin generator/WTG) seluruhnya telah terpasang, dimana sebanyak 23 turbin angin diantaranya telah mendapatkan sertifikat laik operasi (SLO).

PLTB Sidrap diasumsikan mampu melistriki 67.000 pelanggan di Sulawesi Selatan dengan daya listrik rata-rata 1.300 VA. Adapun setiap tower di PLTB tersebut memiliki ketinggian 80 meter dan baling-baling sepanjang 57 meter.

Tag : energi terbarukan
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top