Agung Podomoro Garap Bandung Selatan

PT Agung Podomoro Land Tbk mengembangkan kawasan residensial Podomoro Park di Bandung Selatan.
Finna U. Ulfah | 25 Juni 2018 15:22 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Agung Podomoro Land Tbk mengembangkan kawasan residensial Podomoro Park di Bandung Selatan.

Asistant Vice President Agung Podomoro Land, Agung Wirajaya mengatakan pengembangan tahap pertama kawasan residensial Podomoro Park direncanakan akan dimulai pada akhir 2019 dengan total 3 tahapan pengembangan.

“Lahan yang kami kembangkan ini banyak digunakan sebagai ladang, sawah, hingga empang sehingga kami masih dalam tahap settlement lahan yang akan memakan waktu 1 tahun hingga 1,5 tahun. Baru tahun depan kami akan mulai pengembangan tahap pertama,” ujar Agung kepada Bisnis, dikutip Minggu (24/6/2018).

Podomoro Park dibangun di lahan seluas 100 hektare yang terletak di kawasan Buah Batu, Bandung Selatan dengan penggunaan 50% dari total lahan dikhususkan untuk pengembangan ruang terbuka hijau.

Menurut Agung, komposisi ruang terbuka hijau tersebut yang terbesar dalam pengembangan residensial di Bandung dibandingkan pengembang lain yang mayoritas hanya menyediakan 40% dari total lahan untuk ruang terbuka hijau.

Kemudian Podomoro Park juga menyediakan fasilitas danau buatan yang membelah lahan 100 hektare tersebut sepanjang 1 kilometer dengan lebar danau sebesar 30 meter hingga 40 meter yang kemudian ditambahkan fasilitas jogging track disepanjang danau.

Podomoro Park dibangun dengan konsep Bandung tempo dulu dengan suasana rindang dan eksklusif yang menerapkan sistem one gate cluster.

Dalam penjualan perdananya, Podomoro Park telah menjual 60% untuk klaster Deluxe dan 40% untuk klaster Premium dengan total unit sebanyak 500 unit untuk kedua tipe tersebut.

Podomoro Park dibanderol harga Rp1,5 miliar hingga Rp4 miliar per unit dengan semua unit terdiri dari dua lantai yang akan ditargetkan serah terima pada 2021.

“Responnya ternyata positif untuk di Bandung, meskipun dengan kondisi ekonomi sekarang dan isu lemahnya daya beli masyarakat karena emang sebenernya masyarakat masih butuh rumah dan kami tawarkan rumah dengan konsep berbeda,” paparnya.

Sementara itu berdasarkan data Lamudi, rata-rata setiap bulannya terdapat sekitar  22.267 orang yang berminat untuk membeli rumah di Bandung, data tersebut didapatkan dari pengunjung yang mengakses portal properti Lamudi.

Mart Polman, Managing Director Lamudi menilai Bandung adalah salah satu kota yang menjanjikan untuk dijadikan investasi properti. Salah satu target pasarnya adalah mahasiswa mengingat Bandung menjadi salah satu kota pendidikan.

Tag : agung podomoro, rumah tapak, residensial
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top