Bisnis Transportasi Helikopter Laris, Dukungan Kemenhub Dinantikan

Bisnis transportasi helikopter membutuhkan dukungan regulasi yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan agar kelangsungan usaha itu terus berjalan disamping mengantisipasi kebutuhan dunia usaha dan masyarakat yang terus bertambah.
Newswire | 14 Juni 2018 13:34 WIB
Ilustrasi: Helikopter pariwisata - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis transportasi helikopter membutuhkan dukungan regulasi yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan agar kelangsungan usaha itu terus berjalan disamping mengantisipasi kebutuhan dunia usaha dan masyarakat yang terus bertambah.

"Saat ini Kementerian Perhubungan sangat mendukung bisnis transportasi helikopter dan tentu kami berharap akan bisa mengeluarkan sejumlah regulasi untuk mendukung bisnis tersebut," kata CEO PT Whitesky Aviation, Denon Prawiraatmadja, dikutip dari Antara, Kamis (14/6/2018).

Dia mengatakan, salah satu regulasi yang telah dikeluarkan Kementerian Perhubungan dan Airnav (Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia) adalah dibukanya sejumlah rute penerbangan helikopter antarkota dan dalam kota di Jakarta sehingga memungkinkan penerbangan bisa diatur dan tidak terjadi kesimpangsiuran rute.

Selain itu, Kementerian Perhubungan juga telah mengeluarkan sertifikasi kelaikan penerbangan kepada perusahaan transportasi helikopter, juga kepada area tempat mendarat helikopter di beberapa titik.

Denon mengatakan sesuai survei yang dilakukan oleh Asian Sky Group, konsultan bisnis penerbangan Asia Pasifik, Indonesia adalah salah satu negara di Asia yang propek pertumbuhan transportasi helikopter akan tumbuh pesat, selain negara-negara Asia lain seperti Jepang, India, dan China.

Dikatakannya, Indonesia dengan letak geografis yang terdiri dari kepulauan dan banyak daerah pertambangan dan perkebunan, memungkinkan kebutuhan helikopter sebagai alat transportasi akan terus berkembang di tahun-tahun mendatang.

"Untuk itu kami membutuhkan dukungan pemerintah dalam memajukan bisnis ini yang sampai sekarang memang belum terlalu berkembang karena memang segmennya terbatas dan bukan merupakan transportasi massal," katanya.

Terkait dengan kehadiran taksi udara ini, kata dia, tentu menjadi salah satu alternatif transportasi.

Berkaca dari musim mudik tahun sebelumnya, banyak penumpang yang tidak kebagian tiket jalur darat karena ludes terjual, perusahaan transportasi helikopter yang bernama Helicity ini, bisa menjadi salah satu transportasi alternatif itu, terutama untuk mudik Lebaran.

Helicity juga melayani rute penerbangan di wilayah Jakarta sekitarnya. Masyarakat bisa diajak mengunjungi tempat-tempat wisata seperti di Kepulauan Seribu dengan menggunakan helikopter. Harganya pun cukup terjangkau, hanya Rp5,6 juta untuk 4 orang.

Sejak diluncurkan Desember 2017, beragam tujuan telah dilalui Helicity mulai dari Bandung, Bogor, Sukabumi dan Cirebon. Tentu saja juga melayani keliling Jakarta. 

Sumber : Antara

Tag : transportasi, kemenhub, helikopter
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top