GMF Dukung Operasional Garuda Indonesia Group untuk Lebaran

PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Tbk. mempersiapkan dukungan operasional penuh terhadap armada Garuda Indonesia Group dalam melayani arus mudik Lebaran 2018.
Rio Sandy Pradana | 12 Juni 2018 03:18 WIB
Aktivitas di GMF Aero Asia - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA – PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Tbk., perusahaan perawatan pesawat (maintenance repair overhaul/MRO), telah mempersiapkan dukungan operasional penuh terhadap armada Garuda Indonesia Group dalam melayani arus mudik Lebaran 2018.

Direktur Line Operations GMF Rahmat Hanafi menyatakan kesiapan pihaknya dalam memuluskan operasional Garuda Indonesia Group pada periode mudik lebaran ini. GMF melakukan penyesuaian waktu perawatan berat armada Garuda Indonesia Group agar meminimalisir pesawat yang grounded.

“Kami telah mempersiapkan aspek manpower, work load, dukungan material, tool & equipment, reliability, hingga kesiapan outstation dalam menghadapi lonjakan jumlah penerbangan pada musim mudik lebaran ini," kata Rahmat dalam rilis yang dikutip Bisnis pada Selasa (12/6/2018).

Selama periode mudik Lebaran 2018, Garuda Indonesia Group akan mengoperasikan 908 penerbangan tambahan yang menerbangkan 161.384 penumpang. Jumlah ini mengalami lonjakan drastis setelah pada tahun sebelumnya mengangkut 107.750 penumpang dalam 604 penerbangan.

Pada 7 – 24 Juni 2018, GMF akan menangani persoalan teknis pada lebih dari 180 armada Garuda Indonesia Group yang digunakan sebagai angkutan mudik. Selain itu, target contribution of technical delay sebesar 0,64% dan dispatch reliability sebesar 99,38%.

Dia menjelaskan langkah strategis yang diambil untuk persiapan manpower yaitu dengan pembentukan tim khusus untuk penanganan kendala teknis di lapangan yang siap sedia 24 jam, termasuk para special expert, sehingga mempersingkat waktu penyelesaian masalah.

Selain itu GMF juga membentuk tim repetitive problem dan menunjuk dedicated leader untuk penyelesaian pesawat yang kerap muncul. Untuk mempersiapkan outstation, GMF juga mengirimkan dukungan SDM dari Cengkareng ke beberapa station domestik.

GMF, sebagai anggota dari International Airlines Technical Pool (IATP), dapat mengakses material dan kebutuhan teknis dari sesama anggota IATP dalam keadaan Aircraft On Ground (AOG).

"Kami memiliki aksesibilitas diseluruh dunia terhadap technical aspect. Jadi untuk recovery pada kondisi AOG bisa teratasi dengan waktu yang lebih singkat,” ujarnya.

Tag : gmf aeroasia
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top