Omnichannel, Siasat Bertahan Bonnet Supermarket

Bergabung dengan platform dagang elektronik menjadi strategi Bonnet Supermarket, sebuah pasar swalayan modern lokal di Surabaya, untuk bertahan melawan gempuran zaman.
Deandra Syarizka | 29 Mei 2018 13:57 WIB
Media Gathering Shopee Bersama Bonnet Supermarket, Selasa (29/5/2018) - Deandra Syarizka

Bisnis.com, SURABAYA — Bergabung dengan platform dagang elektronik menjadi strategi Bonnet Supermarket, sebuah pasar swalayan modern lokal di Surabaya, untuk bertahan melawan gempuran zaman.

Business Development Manager Bonnet Supermarket Evelyn Soetanto menyatakan, setelah berdiri sejak 1988, pihaknya memutuskan untuk bergabung dengan Shopee pada medio Juli 2017. Terbukti, metode penjualan secara omnichannel yang menggabungkan konsep online dan offline mampu mengerek pertumbuhan bisnis pasar swalayan tersebut.

“Kita sudah lihat sekarang ada banyak e-commerce. Sebagai supermarket yang telah berdiri selama 30 tahun, kalau tidak ikut perkembangan zaman kita bisa ketinggalan,” ujarnya, Senin (28/05).

Dia menyatakan, sebelumnya Bonnet hanya memiliki satu toko offline di Surabaya. Namun setelah bergabung dengan Shopee, pihaknya kini bisa menjangkau pelanggan di lebih dari 500 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Evelyn menyebut banyak pelanggan transaksi online yang berasal dari daerah di sekitar Surabaya, seperti Sidoarjo, hingga Kalimantan dan Papua. Produk yang banyak dibeli pelanggan adalah produk makanan dan kecantikan.

“Memang meningkatkan penjualan hingga 800% pada enam bulan pertama,” ujarnya, tanpa bersedia merinci nilai transaksi penjualan yang diperoleh.

General Manager Bonnet Supermarket Ferinika Ursula menjelaskan, penjualan secara online kini berkontribusi hingga 15% dari total penjualan Bonnet. Dia pun menggambarkan, sebelum bergabung dengan Shopee, rata-rata pertumbuhan bisnisnya mencapai 12% -15% per tahun. Dengan strategi omnichannel yang dilakukan, pihaknya membidik pertumbuhan bisnis yang lebih besar dari tahun sebelumnya.

“Biasanya sekitar 12%-15% per tahun. Sekarang kita berharap paling tidak bisa tumbuh 20% akhir tahun ini,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sejauh ini pihaknya baru menjalin kerja sama dengan platform dagang elelektronik yang bersifat lokal (Go-Mart) dan Shopee. Untuk saat ini, pihaknya mengaku fokus dan belum memiliki rencana kerja sama lagi dengan platform dagang elektronik sejenis lainnya.

Untuk menerapkan strategi omnichannel, pihaknya menyatakan perubahan yang paling terasa adalah dari sisi operasional. Untuk menyediakan layanan yang cepat dan berkualitas, manajemen menempatkan setidaknya lima karyawan untuk menerima pesanan online, dan mengurus pengepakan dan pengiriman barang.

Menurutnya, strategi omnichannel ini tidak mempengaruhi jumlah pelanggan yang belanja langsung di tokonya. Dengan demikian, dia menyimpulkan strategi ini efektif untuk menjangkau pelanggan baru, tanpa menguranggi pelanggan lama.

Rezki Yanuar, Country Brand Manager Shopee menjelaskan, Bonnet Supermarket bergabung dalam program Shopee Mall, yang menghubungkan sebuah brand langsung dengan pelanggan melalui aplikasi. Hingga saat ini, dia menyebut sekitar 2.000 brand telah bergabung ke dalam Shopee Mall, termasuk Bonnet.

Online dan offline bisnis bisa bersinergi untuk mengembangkan bisnis lebih besar. Teorinya simple, pembuatan toko fisik diubah menjadi toko online,” jelasnya.

 Dia menjabarkan, untuk mulai menerpkan strategi omnichannel, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh peritel. Pertama, sebaiknya pilih platform dagang-el yang telah memiliki sistem pembayaran yang lengkap, dengan jangkauan distribusi yang luas hingga seluruh Indonesia. Selain itu, pilih juga platform dagang-el yang memiliki target pasar yang sama dengan yang dibidik peritel.

Kedua, penting bagi peritel untuk menyiapkan tim khusus untuk operasional dan after service. Sistem penjualan di platform dagang-el seringkali bersifat cepat seperti flash sale, di mana memerlukan kesigapan dari tim untuk memastikan ketersediaan stok barang dan melakukan pengepakan dan pengiriman.

Tag : ritel
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top