Arief Yahya: Kerja Sama Pariwisata RI-India Berkembang Pesat

Menteri Pariwisata Arief Yahya meyakini faktor kedekatan jarak dan hubungan sejarah serta budaya (proximity) telah mendorong kerja sama pariwisata antara Indonesia dan India berkembang pesat.
Deandra Syarizka | 24 Mei 2018 22:59 WIB
Menpar Arief Yahya membuka Indonesia Week 2016: Pesona Seribu Angklung di Osaka, Kamis, 25 Agustus 2016. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meyakini faktor kedekatan jarak dan hubungan sejarah serta budaya (proximity) telah mendorong kerja sama pariwisata antara Indonesia dan India berkembang pesat.  

“Tahun ini kita menargetkan 700.000 wisatawan mancanegara (wisman) dari India atau meningkat hingga 30% dibanding tahun 2017 sebanyak 485.000 wisman,” ujar Menpar Arief Yahya, seperti dikutip, Kamis (24/5/2018).

Dia menjelaskan India dan Indonesia itu memiliki faktor kedekatan  yang kuat, baik kedekatan karena sejarah dan budaya yang terjalin sejak lama, maupun karena faktor jarak yang relatif dekat yang ditopang dari adanya penerbangan langsung dengan rata-rata 7 jam, bahkan lebih dekat lagi hanya 3,5 jam dari Chenai ke Medan atau Aceh.

Menurutnya, pasar India mempunyai kemiripan dengan China, yaitu sama-sama negara dengan jumlah penduduk yang besar. Selain itu, masyarakatnya menggunakan teknologi digital, serta memiliki komunitas yang kuat di seluruh dunia.

“Kita jual Hot Deals ViWI 2018 di Kepri untuk menarik para traveller India yang hendak ke Singapura dan Malaysia, agar menambahkan destinasi Batam dan Bintan tempat berlibur saat weekdays dan Jakarta saat weekend dengan menikmati paket JakDeal (Jakarta Weekend Hot Deal), dengan bundling hingga 50% dari harga normal," ujar Menpar.

Sementara itu, untuk menyukseskan target kunjungan wisman India tahun ini, Menpar Arief Yahya pada 7 Mei 2018 yang lalu telah melakukan pertemuan bisnis dengan 5 perusahaan biro perjalanan wisata (travel agent) dan tour operator terbesar di India yakni; MakeMyTrip; Yatra; Thomascook.india; Cox & Kings, dan FCM Travel Solutions. Dari pertemuan tersebut, kelima biro perjalanan tersebut berkomitmen mendatangkan wisman India ke Batam dan Bintan pada tahun ini.   

MakeMyTrip berkomitmen akan menjual 5.547 pax, Yatra sebanyak 5.280 pax, dan Thomascook.india sebanyak 665 pax. Sementara itu FCM Travel Solutions berkomitmen menjual 2.400 pax dan Cox & Kings akan menggarap MICE (Meeting, Insentive, Convention dan Exhibition) dan wedding plan.

India juga berkeinginan meningkatkan kerjasama dalam bidang wisata bahari (marine tourism) dengan membuka jalur pelayaran untuk kapal pesiar dari Andaman (India) ke Sabang, Aceh (Indonesia) yang jarak tempuhnya relatif pendek sekitar 5 jam pelayaran. Seperti diketahui, Sabang kini tengah dikembangkan sebagai destinasi kapal pesiar dan yacht kelas dunia di mana setiap tahunnya kapal pesiar telah singgah di Pulau Sabang , Aceh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top