HKTI Gelar Forum Tani Se-Asia

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) akan menggelar Asian Agriculture and Food Forum 2018(ASAFF 2018) pada 28 Juni - 1 Juli 2018.
Pandu Gumilar | 23 Mei 2018 20:44 WIB
Logo HKTI - hkti.org

Bisnis.com, Jakarta – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) akan menggelar ‘Asian Agriculture and Food Forum 2018’(ASAFF 2018) pada 28 Juni - 1 Juli 2018.

HKTI menggelar forum antara pelaku usaha agrikultur dan bahan pangan dengan maksud dapat membangun kekuatan pangan dan pertanian di negara-negara Asia. Forum tersebut akan mengusung tema ‘Transforming Challenge into Opportunity: Food Security and Agriculture Innovation.

Forum pertanian yang digelar oleh HKTI tersebut akan berisi bermacam kegiatan diantaranya, beberapa program seperti pameran pertanian, konferensi keamanan pangan dan inovasi pertanian, forum bisnis, festival pangan, dan Anugerah Petani Muda Inovatif.

Ketua Umun Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Moeldoko menegaskan sektor pertanian harus mendapat perhatian serius agar segera dibenahi. Ketahanan dan kedaulatan pangan bisa jadi ancaman serius bila petani dan pertanian tidak dibenahi.

“Sehebat apapun persenjataan sebuah negara, keamanannya akan terancam bila sektor pangannya rapuh. Oleh karena itu sektor pertanian harus mendapat perhatian serius agar segera dibenahi. Ketahanan dan kedaulatan pangan bisa jadi ancaman serius bila petani dan pertanian tidak dibenahi,” katanya pada Rabu (23/5).

Dia berharap dengan forum tersebut dapat meningkatkan potensi pertanian Indonesia dan membangkitkan semangat para petani, khususnya petani generasi muda. Seperti diketahui, potensi terbesar produk pertanian Indonesia adalah padi yang menjadi produk utama dalam mempercepat pertumbuhan perekonomian nasional.

Pada tahun 2005 kebutuhan beras setara 52,8 juta ton gabah kering giling (GKG). Sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk, kebutuhan beras sampai pada 2025 diprediksikan masih akan terus meningkat mencapai 65,9 juta ton GKG.

Menurutnya, dengan jumlah penduduk yang terus meningkat, diperlukan jaminan ketersediaan pangan yang memadai. Oleh karena itu pemerintah untuk menciptakan ketahanan pangan, berusaha meansukseskan program swasembada atau bahkan mengimpor, demi menjaga adanya stabilitas ekonomi.

Oleh sebab itu, tujuan lain dari ASAFF adalah untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi di kalangan perusahaan Asia dalam memperbaiki posisi industri pertanian Asia di dunia untuk menjadi sentral dan berpengaruh terutama dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan dunia yang terus meningkat akibat pertambahan penduduk global.

Tag : pertanian
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top