Peritel Harus Berinovasi dengan Konsumen yang Fasih Digital

Peritel dinilai harus berinovasi dengan konsumen yang telah fasih secara digital.
Agne Yasa | 23 Mei 2018 20:52 WIB
Plastik berbayar mulai diberlakukan di peritel modern - Antara
Bisnis.com, JAKARTA -- Peritel dinilai harus berinovasi dengan konsumen yang telah fasih secara digital. 
 
Yongky Susilo, Executive Director Nielsen Company Indonesia mengatakan konsumen saat ini sudah digital sehingga tidak perlu membedakan online dan offline. 
 
"Warning peritel masuk ke toko digital, tidak mesti sendiri, bisa ke marketplace," ujarnya, Rabu (25/5/2018). 
 
Jika diamati memang ada toko offline yang melakukan efisiensi dan menutup beberapa tokonya, termasuk di Indonesia. Namun, terdapat fenomena yang awalnya toko online pun mulai membuka toko offline-nya dengan format yang berbeda atau sudah digital. 
 
Dia mengatakan nantinya akan lebih berkembang konsep omnichannel atau multikanal, memadukan beragam kanal termasuk online dan offline.
 
Di Indonesia, katanya, belum ada yang mengukur secara pasti terkait potensi online, dari beberapa sumber menyebutkan kontribusinya baru sekitar 2% dari total ritel. 
 
Adapun Nielsen baru mengukur fast moving consumer good (FMCG). Dia mengatajan terdapat beberapa kategori produk yang transaksinya tinggi secara online seperti baju, gadget, travel. Namun untuk produk FMCG belum cukup tinggi, hanya beberapa kategori seperti keperluan bayi dan aksesoris. 
 
"Secara keseluruhan masih kecil, secara growth besar tapi size kecil di online," katanya. 
 
Fernando Repi, Ketua Bidang Komunikasi dan Media Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), mengatakan kinerja ritel yang tumbuh tapi melambat dinilai karena pola belanja yang berubah dan persaingan yang semakin ketat dengan kehadiran belanja online.
 
"Harus inovasi, experience diutamakan, misalnya menerapkan bayar scan, pakai aplikasi. Peritel sudah ada yg menerapkan di Jakarta," katanya. 
 
Sementara itu, Handaka Santosa, Direktur Utama Sogo Indonesia Department Store, mengatakan saat ini tren memang mengarah ke digital sehingga peritel perlu berinovasi untuk membuat pelanggan nyaman dan puas dengan pelayanan yang ada. 
 
Apalagi, katanya, Indonesia memiliki potensi konsumen yang besar dengan jumlah populasi yang sekitar 250 juta orang. Selain itu, peritel juga perlu memahami gaya hidup dari target konsumennya. 
 
"Tidak semua shifting ke traveling. Jadi pentin inovasi di pelayanan, berikan experience," katanya. 

 

 

Tag : ritel
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top