Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mentan Fokus Produksi Beras daripada Importasi

Kementrian Pertanian memilih untuk fokus dalam hal produksi dibandingkan harus mengurusi perihal kebijakan importasi beras.

Bisnis.com, JAKARTA – Kementrian Pertanian memilih untuk fokus dalam hal produksi dibandingkan harus mengurusi perihal kebijakan importasi beras.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan kemntriannya hanya fokus dalam hal produksi dan enggan menanggapi kebijakan pemerintah terkait importasi beras dari Vietnam.

“Kami ini fokus untuk mempercepat produksi atau tanya ekspor itu ke aku. kami sekarang fokus produksi, domainnya pertanian produksi, teknologi, mendampingi produksi dan menyediakan sarana produksi,” tegasnya pada Senin (21/5).

Sementara itu belum ada tanda-tanda koordinasi yang dibangun antara Kementrian Pertanian dan Kementrian Perdagangan dalam hal kebijakan importasi beras.

Amran menyatakan agar jangan melihat kinerja kementrian pertanian dari komoditas beras karena ada 400 komoditas lain yang juga dijaga.

“Komoditas kita bukan satu saja, tapi yang seksi selalu beras. Padahal komoditas kita ada 400. Cabai saja lima, harga naik kita dimarahin konsumen, harga turun juga dimarahi pedagang,” katanya.

Selain itu, Amran juga menegaskan bila ada importir yang nakal dengan memainkan harga melewati harga patokan pemerintah, izinnya akan dicabut.

“Kami minta pedagang jangan ada yang menaikkan harga, kalau ada yangg menaikkan harga yang hubungannnya dengan kementan khususnya bawang putih dan daging maka akan kami cabut izinnya sehingga tidak bisa lagi berbisnis di sektor pertanian,” tegasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper