Aptrindo: Sebagian Besar Truk Tak Jalani Proses KIR Kendaraan

Kecelakaan truk rem blong sering terjadi karena kendaraan kurang kepedulian pengusaha truk dan terbatasnya sarana KIR di daerah.
Dewi Aminatuz Zuhriyah | 21 Mei 2018 15:58 WIB
Sejumlah warga melihat truk yang mengalami kecelakaan di jalur tengah Tegal-Purwokerto, Desa Jatisawit, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Minggu (20/5). Truk pengangkut gula yang diduga mengalami rem blong tersebut menabrak enam rumah, satu kios buah, 19 sepeda motor, dua mobil sehingga mengakibatkan 11 orang meninggal dan sejumlah warga luka-luka. - Antara/Zaenal

Bisnis.com, JAKARTA — Kecelakaan truk rem blong sering terjadi karena kendaraan kurang kepedulian pengusaha truk dan terbatasnya sarana KIR di daerah.

Kedua hal tersebut menjadi pemicu masih banyaknya kecelakaan truk seperti yang terjadi di Brebes Minggu (20/5/2018) kemarin.

Wakil ketua Aptrindo, Kyatmaja Lookman, menuturkan sejauh ini masih banyak pengusaha yang tidak rutin memeriksa kondisi angkutan barang atau truk yang dimilikinya.

“Harusnya preventif maintenance perusahaan itu jalan, kebanyakan kita itu tunggu rusak baru dibetulin, salah itu,” kata Kyatmaja kepada Bisnis Senin (21/5/2018).

Dalam hal ini, Kyatmaja menuturkan selain sikap pengusaha truk yang tidak melakukan preventive maintenance, tidak tersedianya  prasarana KIR yang memadai di daerah pun juga menjadi masalah. Dirinya pun mencontohkan seperti yang terjadi di Priok, sekiranya 70% truk belum mengalami uji KIR.

“Masalahnya 70%  kendraan di Tanjung Priok aja gak KIR, tapi sama operator pelabuhan masih dipersilahkan masuk. Daerah tidak punya prasarana KIR yang memadai jadi gimana truk-truk itu bisa layak. Saya yakin banyak [pengusaha truk] yang tidak melakukan preventive maintenance,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengaku sejauh ini langkah yang bisa dilakukan hanya mengimbau anggotanya untuk melakukan pengecekan terhadap armadanya.

Minggu (20/5/2018) terjadi kecelakaan truk di Bumiayu Brebes. Satu unit truk gandeng menabrak beberapa bangunan rumah yang berada di pinggir jalan dan diduga memakan 11 orang korban jiwa.

Dugaan sementara,  kecelakaan itu terjadi lantaran adanya malfungsi rem pada truk tersebut atau rem blong.

Kyatmaja menuturkan pemerintah harus melakukan penyelidikan secara menyeluruh mengingat selama ini penanganan kecelakaan hanya sebatas formalitas dan tidak pernah serius.  

“Langkah tindak lanjut pencegahannya tidak ada, padahal ada 11 orang meninggal. Padahal , tiap 20 menit 1 orang meninggal karena kecelakaan.”

Tag : truk, kir kendaraan
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top