ADHI Tertarik Bangun Jembatan Batam—Bintan & Pulau Laut. Sebesar Ini Biayanya

PT Adhi Karya Tbk. membidik dua proyek jembatan skala besar yang ditawarkan untuk dibangun pada tahun ini.
Irene Agustine | 18 Mei 2018 12:32 WIB
Ilustrasi: Jembatan Tengku Fisabilillah atau dikenal dengan Jembatan Barelang terlihat dari udara di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (9/4). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — PT Adhi Karya Tbk. membidik dua proyek jembatan skala besar yang ditawarkan untuk dibangun pada tahun ini.

Satu yang diincar BUMN berkode saham ADHI itu adala pembangunan jembatan Batam—Bintan Kepulauan Riau sepanjang 7 kilometer yang diperkrakan memakan biaya Rp4 triliun.

Direktur Operasi I ADHI Budi Saddewa Soediro menyatakan bahwa selain membangun jembatan Batam—Bintan, perseroan juga berminat menggarap jembatan Pulau Laut di Kalimantan Selatan sepanjang 6,50 kilometer senilai Rp3,50 triliun.

Saat ini, perseroan masih mengkaji dan berdiskusi dengan calon mitra dan otoritas terkait untuk memastikan kelanjutan rencana kerja perseroan tersebut.

“Untuk tahun ini, kami tertarik dengan dua pembangunan jembatan itu. Di jembatan Batam—Bintan kami tertarik untuk menjadi investor dan kontraktor,” katanya kepada Bisnis, Rabu (16/5/2018).

Saat ini, ADHI masih menunggu calon mitra yang berkeinginan ikut serta dalam pembangunan jembatan Batam—Bintan.

Dia mengatakan bahwa ada investor asal China dan Korea Selatan yang juga tertarik untuk mendanai pembangunan proyek antarpulau tersebut saat ini.

Salah satu alasan ADHI tertarin menjadi calon investor untuk proyek tersebut karena daerah tersebut nantinya akan dikembangkan menjadi satu kawasan untuk mendukung perekonomian nasional.

“Dan mungkin [pembangunannya] akan melibatkan pemerintah daerah setempat,” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi, Direktur Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Iwan Zarkasi belum bersedia memerinci sejumlah investor yang telah mengajukan minat untuk membangun kedua jembatan tersebut.

“Informasi mohon tunggu dulu ya,” katanya.

Jembatan Batam—Bintan pertama kali diinisiasi oleh Batam Industrial Development Authority (BIDA) pada 2005. Pascamelakukan studi kelayakan pada 2012, sebuah perusahaan Korea Selatan disebut-sebut berminat untuk ikut serta dalam proyek ini. Akan tetapi, proyek tersebut batal dibangun.

Belum lama ini, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Nurdin Basirun mengatakan bahwa beberapa investor asing sudah menyampaikan keinginannya tersebut untuk kembali merealisasikan gagasan pembangunan tersebut, salah satunya berasal dari investor China.

Tag : adhi karya, jembatan
Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top