TENSI PERANG DAGANG: Pertemuan Trump & Petinggi China, Berikut isi Perundingannya

China menawarkan pengurangan surplus perdagangan tahunan dengan Amerika Serikat sebesar US$200 kepada Presiden AS Donald Trump
Dwi Nicken Tari | 18 Mei 2018 12:35 WIB
Ilustrasi. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – China menawarkan pengurangan surplus perdagangan tahunan dengan Amerika Serikat sebesar US$200 kepada Presiden AS Donald Trump.

Pejabat Pemerintah Trump menyampaikan, hal itu dilakukan dengan meningkatkan impor produk AS dan langkah-langkah lainnya. 

“China membuat penawaran itu ketika berunding dengan Washington pekan ini. Wakil PM China Lie He datang untuk mencoba menyelesaikan selisih perdagangan,” kata pejabat yang tidak ingin disebutkan identitasnya, seperti dikutip Bloomberg, Jumat (18/5/2018).

Liu telah bertemu dengan Trump pada Kamis (17/5/2018) di Gedung Putih. Adapun pejabat itu tidak menjelaskan mengenai respons dari AS terkait penawaran tersebut.

Pejabat itu juga menyampaikan tujuan Trump adalah untuk menjalin hubungan perdagangan yang adil dengan China. Gedung Putih menyatakan di dalam pernyataan resmi bahwa kedua belah pihak masih melanjutkan pembicaraan hingga Jumat (18/5/2018).

Secara terpisah, China mengumumkan pada Jumat (18/5/2018) bahwa mereka akan menghentikan investigasi anti-dumping dan anti-subsidi terhadap sorghum asal AS, dengan merujuk pada ‘kepentingan umum’.

Adapun sebelumnya, China juga merelaksasikan pemblokiran atas permohonan Qualcomm Inc. yang ingin mengakuisisi NXP Semiconductors NV. Langkah-langkah tersebut memberikan sinyal bahwa China ingin berdamai sejalan dengan perundingan dengan AS semakin intens.

Namun, Trump masih meragukan keberhasilan dari perundingan sejauh ini.

“Alasan saya meragukannya karena China telah menjadi semakin manja,” katanya.

Sementara itu, penasihat Ekonomi Trump Larry Kudlow menyampaikan sebelumnya, AS dan China diperkirakan bakal bertukar proposal perdagangan yang baru selama perundingan di Washington ini.

Kudlow menambahkan, fokus AS adalah agar China membuka akses pasarnya untuk perusahaan AS dengan mengurangi hambatan perdagangan dan mempertimbangkan kekhawatiran AS terhadap pencurian hak kekayaan intelektual.

“Kepemilikan AS terhadap perusahaannya di China harus diizinkan. Kami akan memiliki pembicaraan serius untuk membicarakan kesulitan perdagangan yang harus diperbaiki ,” ujar Kudlow.

Shane Oliver, Kepala Strategis Investasi di AMP Capital Investors Ltd. di Sydney menilai, proposal yang diberikan China tersebut merupakan sinyal positif bahwa perang dagang dapat dihindari.

“Dengan membuat penawaran signifikan untuk AS, China mengindikasikan untuk bernegosiasi dengan serius. Sisanya akan tergantung dengan rincian, waktu, dan implementasinya,” ujar Oliver. 

 

Tag : perang dagang AS vs China
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top