Macet di Tanjung Priok, Aptrindo Usulkan Satu Tarif Tol

Penurunan tarif tol menjadi salah satu solusi untuk mengurai kemacetan di seputaran Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Dewi Aminatuz Zuhriyah | 17 Mei 2018 18:35 WIB
Truk pengangkut peti kemas melintasi kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, di Jakarta. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Penurunan tarif tol menjadi salah satu solusi untuk mengurai kemacetan di seputaran Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Hal ini seiring dengan enggannya para sopir truk melewati jalan tol lantaran tarif yang cukup mahal sehingga berdampak pada kemacetan di wilayah tersebut.

Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta Mustajab Susilo Basuki mengusulkan adanya pemangkasan tarif tol atau tarif satu harga sebagaimana yang ada di ruas tol lainnnya.

“Kami usulkan tarif satu harga seperti di ruas tol mana pun kan sama, golongan I II III ya itu aja samakan saja tarifnya,” ungkapnya kepada Bisnis pada Kamis (17/5/2018).

Selain mengusulkan adanya tarif satu harga, dia juga menolak adanya rencana kebijakan pembatasan angkutan barang di Tanjung Priok.

Pasalnya, adanya pembatasan tersebut membuat sopir terpaksa lewat jalur lain sehingga jika akan ditambahkan lagi pembatasan jam operasional di jalan arteri, itu akan mempersulit ruang bisnis.

“Ada usulan dari Dinas Perhubungan yang kami tolak sperti pembatasan truk di jam 06.00 sampai 09.00, karena kalau semua akses dibatasi kan bisa-bisa truk gak bisa gerak sama sekali, akhirnya numpuk di tol Cikunir,” papar Mustajab.

Sebelumnya, hasil rapat terkait dengan penanggulangan kemacetan di sekitar Tanjung Priok belum mencapai titik temu.

Husein Murad, Wali Kota Jakarta Utara, mengatakan dalam waktu dekat pihaknya masih akan menggelar rapat lanjutan untuk mencari solusi jangka pendek terkait hal tersebut.

“Kita harus segera melakukan terobosan untuk mengatasi kemacetan di Jakarta Utara. Sejauh itu memungkinkan secara teknis, bisa segera ditindak lanjuti. Mari kita sama-sama mencari jalan keluarnya,” kata Husein.

Dalam hal ini, setidaknya ada empat titik yang rawan terjadi penumpukan kendaraan yaitu lokasi depan Polres Jakarta Utara atau depan Kantor Wali Kota Jakarta Utara, U-Turn Bogasari/Airin, U-Turn Plumpang dan U-Turn Artha Gading, serta Simpang Lima Semper dan Tugu.

Oleh sebab itu, pemerintah daerah Jakarta Utara, secara bertahap akan mengurai simpul-simpul kemacetan yang menghambat aktivitas masyarakat di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok dengan melakukan sejumlah upaya jangka pendek.

Adapun upaya jangka pendek antara lain dengan menambah petugas dalam mengatur lalu lintas, rekayasa lalu lintas, membuka separator dan pemberlakuan waktu operasi kendaraan besar.

Solusi lainnya meliputi peninjauan tarif tol akses Tanjung Priok, penambahan kapasitas parkir di pelabuhan, peningkatan koordinasi yang erat antara Polantas, Dishub, dan operator tol dalam hal buka tutup pintu masuk tol, serta peninjauan kembali terhadap izin pool kontainer di Jl. Yos Sudarso dan sekitar Simpang Lima Semper.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, tanjung priok

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top