JAS Airport Services Tingkatkan 25% Kapasitas Kargo

PT JAS Airport Services akan meningkatkan kapasitas maksimal penyimpanan kargo udara menjadi sebesar 437.500 ton per tahun hingga akhir 2018.
Rio Sandy Pradana | 15 Mei 2018 19:38 WIB
Situasi di Kantor Dokumen Ekspor PT JAS Airport Services. Perusahaan berniat menambah kapasitas penyimpanan barang sebesar 25% hingga akhir 2018. - Bisnis/Rio Sandy Pradana

Bisnis.com, JAKARTA – PT JAS Airport Services akan meningkatkan kapasitas maksimal penyimpanan kargo udara menjadi sebesar 437.500 ton per tahun hingga akhir 2018.

Subiyono, Deputy Director Operations & Services JAS Airport Services, mengatakan kapasitas maksimal saat ini bisa mencapai 350.000 ton per tahun. Ada pun, sepanjang 2017 perusahaan telah melayani sebanyak 299.802 ton kargo.

"Kami berharap upaya penambahan storage bisa meningkatkan 25% dari kapasitas maksimal saat ini," kata Subiyono usai menyampaikan Bimbingan Teknis Penanganan Kargo dan Pos hari ini Selasa (15/5/2018).

Dia menambahkan kapasitas maksimal tersebut berguna saat mengantisipasi puncak pengiriman kargo dan pos, seperti pada Lebaran. Biasanya, pemerintah akan melarang truk besar beroperasi beberapa hari menjelang Idul Fitri.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menyebabkan perusahaan agen pengiriman barang, khususnya ekspor, memilih untuk menampung paket lebih awal di penyimpanan (storage) JAS. Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi Kantor Bea Cukai yang libur.

JAS akan melakukan pre-arrangement lebih awal dengan Bea Cukai untuk melegalisasi barang kiriman tersebut agar bisa dikirimkan dengan tepat waktu. Layanan tersebut berlaku terhadap barang kategori general cargo.

Dia menjelaskan upaya yang dilakukan untuk menambah kapasitas penyimpanan adalah pembuatan sistem rak (racking) dalam gudang. Selain itu, menambah pallet dan container dollies menjadi 100 unit, sehingga bisa juga ikut menjadi penambah kapasitas.

Total kapasitas penyimpanan mencapai 376 kompartemen dari 94 rak yang telah dipasang. Adapun, jumlah pallet yang bisa diletakkan dalam seluruh rak tersebut mencapai 752 unit.

Subiyono juga telah memperbarui teknologi mesin x-ray menjadi dual view, sehingga bisa melihat isi barang dalam dua sisi. Biasanya mesin x-ray hanya mampu melihat dalam satu sisi, sehingga diperlukan pengecekan berulang untuk memastikan isi barang.

Mesin x-ray dual view yang dibeli sejumlah 3 unit dengan harga satuan mencapai Rp6 miliar. Selain kelebihan jumlah sisi yang mampu dijangkau, mesin baru ini juga memiliki ruang yang lebih besar.

"Bisa muat barang yang banyak sekali scan, petugas tidak perlu memajumundurkan barang dalam mesin saat memastikan isinya. Dampaknya, kinerja kami menjadi lebih cepat dan efisien," ujarnya.

Penambahan fasilitas ground support equipment (GSE) lainnya adalah 10 unit baggage cart, 3 unit electric reach truck berkapasitas 3 ton,1 unit kendaraan angkat dan angkut (forklift) diesel berkapasitas 6 ton, serta 2 unit baggage towing tractor bermesin 3.500 cc.

Electric reach truck merupakan perangkat yang digunakan untuk menjangkau tempat penyimpanan material yang tinggi dan juga sempit, bertenaga listrik. Tenaga listrik dipilih untuk mengurangi tingkat polusi udara dan suara dalam gudang.

Tag : jas airport services
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top