Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INACRAFT 2018, Kemenkop: UKM Kerajinan Berperan Besar Dalam Industri Kreatif

Wayan Dipta, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan UKM di subsektor kerajinan memiliki peran dalam industri kreatif.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 29 April 2018  |  18:48 WIB
Suasana stan mitra binaan BNI di Jakarta International Handcraft Fair (Inacraft) 2018, di Jakarta, Rabu (25/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
Suasana stan mitra binaan BNI di Jakarta International Handcraft Fair (Inacraft) 2018, di Jakarta, Rabu (25/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA-  Wayan Dipta, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan UKM di subsektor kerajinan memiliki peran dalam industri kreatif.

“Peran UKM di kerajinan cukup besar dalam industri kreatif,” kata Wayan, kepada Bisnis, Minggu (29/4/2018).

Berdasarkan data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), subsektor ekonomi kreatif dengan pendapatan terbesar pada 2016 atau persentase kontribusi subsektor terhadap PDB ekonomi kreatif terbesar yaitu kuliner, fesyen, dan kriya. Subesktor kuliner berkontribusi 41,40%, fesyen 18,01%, dan kriya dengan 15,4%.

Pihaknya juga mengapresiasi gelaran Inacraft 2018 sebagai ajang untuk memperluas pasar UKM ke tataran global.

“Inacraft adalah event internasional. Kami berharap melalui Inacraft akan terjadi peningkatan ekspor UKM,” katanya.

Sementara itu, Gusmardi Bustami, Wakil Ketua Umum 3 Association of Exporters and Producers of Indonesian Handicraft (Asephi), mengatakan produk kerajinan atau kriya dari Indonesia berpeluang besar memasuki pasar internasional.

Dia mengungkapkan dari gelaran International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2018, data per 28 April 2018 tercatat bahwa jumlah transaksi retail telah mencapai Rp110,96 miliar, jumlah kontrak dagang untuk ekspor sebesar US$10,62 juta, jumlah pengunjung 135.000 orang dengan jumlah pembeli (buyer) 716 dari 46 negara.

“Saya kira target yang coba kami buat sudah hampir mencapai, bisa melampaui, saya optimistis,” kata Gusmardi, ketika ditemui di acara Inacraft 2018, Minggu (29/4).

Adapun dalam gelaran Inacraft 2018 ini, penyelenggara menargetkan 200.000 jumlah pengunjung dengan transaksi retail mencapai Rp149 miliar serta kontrak dagang sekitar Rp12 juta selama penyelenggaraan.

Dia mengatakan dalam setiap penyelenggaraannya terjadi peningkatan target dan capaian sekitar 10%-15%.

“Tahun kemarin saja transaksi saja sudah mencapai R134 miliar, sekarang hari keempat sudah Rp137 miliar, saya yakin tercapai targetnya,” ujarnya.

Dia menambahkan peluang memasuki pasar dunia juga terlihat dari nilai ekspor pada 2017 yang sudah melebihi US$1,1 miliar.

Untuk tahun ini, pihaknya optimistis ekspor untuk kerajinan ini akan meningkat. Pihakya juga menargetkan pasar potensial seperti Eropa, Amerika Serikat, Amerika Latin, dan sebagian Afrika.

“Tahun 2018 ini, kami dari Asephi berupaya mencari pasar baru dan promosikan [kerajinan] ini serta menargetkan untuk ekspor ini mencapai US$1,2 miliar,” jelasnya.

Ke depannya, Asephi berharap pelaku usaha di subsektor kerajinan ini akan semakin baik ke depannya terutama dari sisi entrepreneurship. Dia juga menekankan pentingnya dorongan dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan termasuk pemerintah.

“Saya melihat masih besar kesempatan meningkatkan ekspor untuk kerajinan yang penting bagaimana promosi agar dikenal orang, pemerintah harus membantu, tidak bisa dibiarkan,”

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inacraft
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top