Menjangkau Pasar Milenial dengan Strategi Omnichannel

Memperhatikan perkembangan dunia digital dan pola dan tingkah pelanggan menjadi dua faktor penting yang perlu diperhatikan untuk menjaga sebuah brand agar tetap relevan sesuai perkembangan zaman.
Deandra Syarizka | 23 April 2018 19:54 WIB
. - .Bisnis/Deandra Syarizka

Bisnis.com, JAKARTA—Memperhatikan perkembangan dunia digital dan pola dan tingkah pelanggan menjadi dua faktor penting yang perlu diperhatikan untuk menjaga sebuah brand agar tetap relevan sesuai perkembangan zaman.

Terlebih dalam era digitalisasi, di mana para pemasar dituntut mampu memahami strategi dan media pemasaran yang efektif dan dapat merebut hati pelanggan baru, khususnya generasi milenilals (18-34 tahun) dengan karakter khasnya yang saat ini menjadi populasi mayoritas di Indonesia.

Hal tersebut mengemuka dalam forum diskusi Bisnis Indonesia Communication Forum 2018, yang mengambil tema “Online X Offline: Attract New Customer”, yang diselenggarakan di The Westin Jakarta, Senin (23/04). Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa memadukan media offline dan online atau yang juga disebut sebagai omnichannel dapat menjadi media pemasaran yang efektif untuk mengjangkau pelanggan baru.

Chief Operating Officer Markplus Inc Iwan Setiawan menjelaskan, untuk menarik perhatian generasi millenials, para pemasar perlu mengetahu karakteristik generasi tersebut terlebih dahulu. Dia menjabarkan, setidaknya generasi “zaman now” itu memiliki enam karakter yang khas.

Keenam karakter itu antara lain menyukai hal yang instan, takut ketinggalan zaman (fear of missing out), lebih mementingkan pengalaman daripada kepemilikan aset, menyukai kondisi amphibi atau perpaduan antara fisik dan digital, serta menjadikan segala hal sebagai pelayanan.

“Karakter yang terakhir adalah business to me, bukan lagi business to business. Mereka menyukai9 pendekatan pemasaran yang personal,” ujarnya.

Dia menambahkan, strategi pemasaran yang mengawinkan metode offline dan online memerlukan konten pemasaran yang tak hanya menjual, tetapi sekaligus juga menginspirasi , menghibur, meyakinkan, dan bahkan mengedukasi.

Oleh karena itu, pihaknya merekomendasikan sejumlah metode untuk meningkatkan keterikatan pelanggan, yaitu dengan social CRM (Customer Relationship Management), aplikasi mobile, dan aktivasi menyenangkan melalui permainan sebagai pemasaran online atau gamification.

Executive Director of Strategy Hakuhodo Network Indonesia Devi Attamimi menilai, penggunaan data dapat menjadi senjata untuk memahami pola belanja maupun tingkah laku generasi yang menjadi target para pemasar.

Pasalnya, masing-masing generasi memiliki karakter yang sangat khas dan unik. Bahkan untuk generasi millenials sekalipun, terdapat perbedaan karakter antara generasi millenials yang lahir pada dekade 80-an dengan 90-an.

“Banyak pemasar yang hanya menggunakan satu pendekatan untuk menjangkau target yang berasal dari berbagai generasi. Padahal, riset kami menunjukkan generasi milenials sekalipun berbeda-beda karakternya,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menilai, strategi omnichannel sangat sesuai untuk generasi millenials yang lahir di tahun 80-an. Pasalnya, generasi tersebut memiliki kebiasaan berbelanja sebagai kurator, dengan melakukan riset testimoni pelanggan secara online, namun tetap merasa butuh untuk mendatangi toko fisiknya secara langsung.

Sementara untuk generasi millenials yang lahir tahun 90-an, dia menilai toko offline menjadi sangat tidak penting karena mereka cenderung merasa tidak perlu datang ke toko. Mereka dinilai lebih mementingkan ulasan sebuah produk dari sesama pengguna.

Lulu Terianto, Presiden Direktur PT Jurnalindo Aksara Grafika, penerbit Harian Bisnis Indonesia, dalam sambutannya mengatakan pihaknya selalu berupaya mengikuti perkembangan dunia bisnis yang semakin dinamis. Hal tersebut diwujudkan dengan upaya menghadirkan berita melalui berbagai channel, mulai dari koran, situs bisnis.com, hingga aplikasi e-paper.

“Penyelenggaraan acara ini mengusung tema online versus offline attract new customer, karena memang memerlukan keahlian tersendiri untuk perencanaan, pengumpulan informasi, hingga penerapan metode offline dan online untuk menarik customer baru. Kami berharap acara ini dapat bermanfaat,” ujarnya.

 

Tag : generasi milenial
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top