PT Seabreez Indonesia Bangun Digital Island di Pulau Bidadari

JAKARTA--Anak usaha PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk yaitu PT Seabreez Indonesia tengah merevitalisasi Pulau Bidadari yang rencananya akan rampung pada Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta pada 22 Juni 2018.
MediaDigital | 23 April 2018 14:13 WIB

JAKARTA--Anak usaha PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk yaitu PT Seabreez Indonesia tengah merevitalisasi Pulau Bidadari yang rencananya akan rampung pada Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta pada 22 Juni 2018.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, C. Paul Tehusijarana mengemukakan PT Seabreez Indonesia akan mengusung konsep bertema The Soul of Batavia di Pulau Bidadari yang kini tengah dilakukan pembenahan. Dia juga menjelaskan Pulau Bidadari yang sangat kental dengan unsur budaya Batavia tersebut akan dipadukan dengan penerapan teknologi terkini seperti jaringan Internet broadband.

Paul juga optimistis revitalisasi Pulau Bidadari yang dilakukan oleh PT Seabreez Indonesia tersebut dapat menarik minat wisatawan yang akan melakukan wisata bersejarah sekaligus mengedepankan teknologi melalui jaringan fiber optik yang disediakan.

"Jadi dengan hadirnya nuansa baru di Pulau Bidadari kami berharap pengunjung dapat bernostalgia dengan kenangan Jakarta tempo dulu, namun tetap kekinian. Sehingga semua pengunjung bisa merasakan pengalaman yang baru dan berbeda berlibur di Pulau Bidadari yang rencananya revitalisasi akan selesai pada ulang tahun Jakarta yang ke 491 tahun," tuturnya, Sabtu (21/9).

Dia mengatakan selain menawarkan wisata bersejarah dan penerapan teknologi terkini, wilayah Pulau Bidadari juga akan menawarkan wisata alam yang masih sangat alami bagi para pengunjung yang berencana melakukan liburan dengan cara berbeda.

Pulau Bidadari sendiri berada di antara Pulau Onrush, Pulau Kelor dan Pulau Cipir. Namun, hanya Pulau Bidadari yang memiliki sejarah menarik dari peninggalan penjajahan Belanda, karena masih ada sisa bangunan peninggalan Belanda berupa Benteng bernama Benteng Martello.

Seperti diketahui, pada saat Pemerintahan Kolonial menduduki Batavia sekitar abad 18-19 M, pemerintahan Belanda membangun pulau yang dinamakan Pulau Purmerend yang tujuannya adalah untuk mengawasi sekaligus melindungi Pulau Onrust sekitar tahun 1800-1810 M. Pasalnya, pada tahun tersebut ada penyerangan besar-besaran dari pemerintah Inggris terhadap Pulau Onrust yang berakibat Benteng Martello hancur.

Pada masa kegiatan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) atau Perusahaan Hindia Timur Belanda, tempat ini dijadikan sebagai tempat penampungan bagi orang sakit. VOC pada abad ke-17 membangun sarana dan prasarana rumah sakit (lazaretto) sebagai penunjang untuk menyembuhkan para penderita yang terjangkit, sehingga sebelum bernama Pulau Bidadari, pulau ini bernama Pulau Sakit.

Menurut Paul, sejarah yang cukup panjang dan menarik Pulau Bidadari tersebut dinilai dapat menjadi salah satu daya tarik wisatawan agar berkunjung ke pulau yang dapat ditempuh hanya sekitar 30 menit dari Dermaga Marina Ancol. Paul optimistis pengunjung tidak hanya bisa berlibur, tetapi juga mendapatkan ilmu pengetahuan baru dari Pulau Bidadari.

"Kami optimis pengunjung akan tertarik untuk datang ke pulau ini dan bisa bernostalgia," katanya.Pada kesempatan kali ini juga, Ancol meluncurkan sebuah buku yang berisi rangkuman dari hasil penelitian, kerjasama antara Ancol dengan Universitas Nasional dan Indonesia Wildlife Fotografi. Buku ini memuat keanekaragaman hayati yang berada di Pulau Pidadari dan diberi judul “Hidupan Liar di Pulau Bidadari”. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa di Pulau Bidadari terdapat 34 spesies burung, 5 spesies reptil, 12 jenis arthropoda dan 3 mamalia.

Tag : ancol, pt pembangunan jaya ancol tbk
Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top