Investor Amerika Tanam Modal Rp1,2 Triliun di Mandalika

Investor asal Amerika Serikat, EDB Paragon, optimistis dalam menangkap peluang usaha di kawasan, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. EDB Paragon menyiapkan investasi sekitar Rp1,2 triliun untuk pembangunan Paramount Lombok Resort and Residence.
Eka Chandra Septarini | 18 April 2018 12:31 WIB
Wisatawan mancanegara mengunjungi Pantai Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (10/10). - ANTARA/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, LOMBOK TENGAH - Investor asal Amerika Serikat, EDB Paragon, optimistis dalam menangkap peluang usaha di kawasan, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. EDB Paragon menyiapkan investasi sekitar Rp1,2 triliun untuk pembangunan Paramount Lombok Resort and Residence.

Direktur EDB Paragon Wajih Malki mengatakan ini merupakan proyek properti Paragon yang pertama di Asia Tenggara dan proyek investasi hospitality pertama di Indonesia.

"Kami banyak mendengar tentang Mandalika, kami juga mendapat masukan untuk tidak masuk ke Mandalika karena dianggap belum siap. Tetapi, kami ingin lihat dengan mata kepala sendiri dan saya yakin investasi di sini adalah pilihan yang tepat," ujarnya di Mandalika, Lombok Tengah, pada Rabu (18/4/2018).

Proyek ini digarap EBD Paragon bersama dengan PT Pembangunan Perumahan (Persero) di atas lahan seluas 7,65 hektare yang akan menyediakan lebih dari 500 kamar. Proyek ini ditargetkan rampung dan dapat beroperasi pada 2020.

Pada tahap selanjutnya, akan dilakukan pembangunan Hotel X2 dengan kapasitas 240 kamar, Club Med Hotel berkapasitas 350 kamar, Grand Mercure dengan 342 kamar, dan Aloft by Marriot dengan 173 kamar.

Sebelumnya, di Mandalika telah dibangun dua hotel berbintang yaitu Hotel Royal Tulip yang merupakan kerja sama dengan investor asal Korea Selatan dan Hotel Pullman yang menjadi proyek investasi milik PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
KEK Mandalika

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top