Kunjungi Kebun Sawit Asian Agri, Begini Kesan Para Dubes Eropa

Para duta besar asal Benua Biru mengaku terkesan dengan cara Asian Agri khususnya PT Inti Indosawit Subur (IIS) di Tungkal Ulu, Jambi mengoperasikan perkebunan kelapa sawit.
Thomas Mola | 17 April 2018 09:30 WIB
Managing Director Asian Agri Group, Kelvin Tio sedang memberikan pemaparan pengelolaan kebun kelapa sawit kepada para delegasi negara-negara Uni Eropa di Tungkal Ulu, Jambi (17/4). - Bisnis/Thomas Mola

Bisnis.com, JAMBI - Para duta besar asal Benua Biru mengaku terkesan dengan cara Asian Agri khususnya PT Inti Indosawit Subur (IIS) di Tungkal Ulu, Jambi mengoperasikan perkebunan kelapa sawit.

Asian Agri dinilai mampu mengefisienkan dan mengoptimalkan produktivitas sambil tetap menjaga lingkungan serta melibatkan memberdayakan masyarakat sekitar melalui skema inti plasma dan smallholders.

Duta Besar Uni Eropa Untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Guerend mengatakan banyak informasi menarik ditemukan di lapangan ketika melihat langsung proses pengelolaan perkebunan kelapa sawit.

Menurutnya, pengalaman panjang Asian Agri pada sektor kelapa sawit membuat proses produksi sangat efektif serta mampu mengoptimalkan semua potensi untuk menghasilkan listrik melalui pembangkit tenaga biogas.

“Pengalaman panjang membantu pratik yang baik, ada optimalisasi proses yang bagus untuk bisnis, manajemen yang bagus, proses panen yang baik, ini informasi yang luar biasa,” ujarnya di Jambi, Senin (17/4/2018).

Adapun, para delegasi dari beberapa negara Uni Eropa pada hari ini melihat dari dekat proses pengelolaan kebun sawit mulai dari pembenihan hingga menjadi CPO. Para delegasi juga sempat melihat bagaimana sisa kelapa sawit diolah menjadi pembangkit listrik tenaga biogas yang juga berkontribusi meningkatkan elektrifikasi.

Head of the Economic Department dari Kedutaan Kerajaan Belanda Siebe K. Schuur mengatakan, apa yang dilihat pada pekebunan kelapa sawit Asian Agri merupakan salah satu pratik terbaik pengelolaan perkebunan kelapa sawit.

Selama lebih dari 30 tahun beroprasi, menurutnya, Asian Agri terus meningkatkan keterlibatan jumlah smallholders. “Saya pikir itu sangat penting karena menunjukkan kesungguhan Indonesia dan itu penting karena banyak pertanyaan bagaimana keseriusan Indonesia untuk kelapa sawit berkelanjutan dan pada akhirnya tidak ada deforestasi,” paparnya.

Duta Besar Swedia untuk Indonesia Johanna Brismar-Skoog menambahkan Eropa membutuhkan CPO sehingga harus bersama dengan Indonesia dengan Indonesia mencari cara terbaik untuk pengelolaan perkebunan.

“Kita bicara orangutan, masyarakat yang terpinggirkan, harimau dan lainnya. Ada banyak isu terkait kelapa sawit, tapi kami butuh minyak sawit,” tambahnya.

Tag : uni eropa, asian agri, minyak sawit, duta besar
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top