BNI Ajak UKM Pamerkan Produk ke Malaysia

PT Bank Negara Indonesia Tbk memperkenalkan produk unggulan hasil usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan ikut serta dalam pameran Indonesia Creative Product Festival, yang diselenggarakan pada 13-15 April 2017 di Putra World Trade Center, Malaysia.
Deandra Syarizka | 15 April 2018 15:54 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan kursi rotan. - .Antara/Maulana Surya

Bisnis.com, KUALA LUMPUR-- PT Bank Negara Indonesia Tbk memperkenalkan produk unggulan hasil usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan ikut serta dalam pameran Indonesia Creative Product Festival, yang diselenggarakan pada 13-15 April 2017 di Putra World Trade Center, Malaysia.

Indonesia Creative Product Festival (ICNP) merupakan pameran produk kreatif hasil mitra binaan BUMN di berbagai bidang, mulai dari perbankan, farmasi, hingga energi.

Corporate Secretary Bank BNI Kiryanto menjelaskan, dalam pameran ini pihaknya memboyong lima UMKM yang menjadi mitra binaan Rumah Kreatif BUMN (RKB) milik BNI, yaitu Fahaltex asal Tegal yang memproduksi sarung tenun, Sulaman Ambun Sari asal Bukittinggi, Galeri Tenun Ikat Dayak asal Pontianak, Aneka Rendang Asese asal Padang dan Karyadimeja asal Sleman yang menjual produk abon olahan.

"Ini pertama kalinya pameran di luar negeri. Kita memperkenalkan produk Indonesia tidak kalah saing dengan produk luar, " ujarnya di sela-sela pameran , Minggu, (15/04).

Dia memaparkan, Fahaltex merupakan mitra binaan yang memproduksi Sarung Tenun Goyor, yaitu sarung yang berkualitas dan memiliki nilai seni tinggi. Proses pembuatan satu lembar kain membutuhkan 19 tahapan selama kurang lebih 15 hari. Proses pembuatannya rumit, membutuhkan ketekunan, ketelitian dan kesabaran untuk sampai menjadi selebar kain sarung yang layak jual.

Adapun Sulaman Ambun Suri didirikan pada tahun 1975 oleh Hj Anisman Asri. Sejak tahun 2015 hingga sekarang, perusahaan ini dikembangkan oleh Ida Arleni selaku generasi penerus. Sulaman Ambun Suri adalah usaha yang secara komprehensif dan konsisten dikelola, dikemas, dan dipasarkan dengan mengetengahkan keanekaragaman sulaman & bordiran khas Sumatera Barat

Sementara Galeri Tenun Ikat Dayak yang berkembang di Kota Pontianak, Kalimantan Barat dibangun dengan dasar pemberdayaan masyarakat penenun, khususnya kaum perempuan Dayak untuk melestarikan budaya menenun. Produk-produk yang dihasilkan berupa fashion, aksesoris, kain dan syal tenun serta aksesoris rumah tangga.

Mitra binaan penghasil Aneka Rendang Asese yang didirikan di Padang Sumatera Barat pada 23 Maret 2003. Awalnya hanya membuat rendang sesuai pesanan, namun seiring berjalannya waktu rendang Asese sering menerima orderan dan mulai mendaftarkan perizinan Industri Rumah Tangga (IRT). ASESE telah memproduksi 8 jenis rendang yang telah mendapatkan sertifikat SNI serta produk olahan lainnya. Bahan baku ASESE berasal dari prosuk lokal dengan mutu prima, ditangani dan diproduksi dengan cara pengolahan yang baik sesuai Pedoman Teknis Pengolahan rendang.

Rumah Produksi Karyadimeja adalah produksi lauk kering siap saji yang lezat & bergizi. Bahan baku didatangkan dari hasil budidaya lokal Sleman yaitu ikan lele. Karyadimeja memberikan nilai tambah agar ikan lele-nya dapat disimpan lebih lama. Untuk proses produksinya Karyadimeja mempekerjakan ibu-ibu rumah tangga, dengan harapan dapat meningkatkan ketrampilan dan pendapatan. Pemasaran produk Karyadimeja

Dia menambahkan, ajang ini juga dapat menjadi wadah pertemuan calon pembeli atau calon investor yang ada di Pasar Asia khususnya Malaysia. Menurutnya, membuka pasar baru merupakan hal yang sangat penting bagi UMKM Indonesia, karena sebagian besar dari mereka merupakan pengusaha mikro.

"Mereka tidak hanya menghadapi tantangan dalam akses modal, melainkan juga dalam membuka akses pasar yang belum maksimal,” ujarnya.

Dia menjelaskan, BNI telah membangun lebih dari 40 RKB di seluruh Indonesia. Fasilitas ini tidak hanya membantu dari akses pendanaan, namun juga memberdayakan agar produk-produk yang dihadirkan layak untuk dijual, baik secara kualitas, kuantitas, maupun secara kemasan ke pasar yang lebih luas melalui online

Pihaknya mengaku memberikan beragam pelatihan kepada mitra binaan melalui tiga konsep yaitu go modern, go digital dan go online. Dengan konsep go modern, perseroan memberikan pelatihan berupa sistem keuangan hingga pendataan ke situs RKB.

Sementara melalui pelatihan go digital, pihaknya memberikan pelatihan sistem pengemasan yang baik, hingga aktivasi media sosial. Sementara untuk go online, pelatihan yang diberikan mencakup pembuatan situs produk, kerja sama dengan situs dagang-el Blanja.com, hingga pelatihan ekspor.

Dia menjelaskan, secara umum produk yang dikembangkan oleh mitra binaannya sangat bervariasi, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga fashion. Namun dia mengaku sejak pertengahan 2017, kuliner menjadi fokus perseroan.

"Pertengahan 2017 fokus ke kuliner karena potensinya besar, dan paralel mendukung program pariwisata pemerintah, " ujarnya.

Dalam pengembangan produk kreatif kuliner, pihaknya pun bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dalam memberikan pelatihan.

Tak hanya mengikuti pameran di luar negeri, pihaknya juga aktif mempromosikan produk UMKM melalui penyelenggaraan pameran di dalam negeri. Sejumlah pameran yang pernah diikuti antara lain Inacraft, Gelar Batik Nusantara, dan Adiwastra Nusantara.



Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ukm

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top